• HOME
  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • WISATA
  • SOSIAL

Welcome To Share Indonesia

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - PENYAMPAI ASPIRASI DAN MENGAWAL BIROKRASI
SHARE INDONESIA

Foto Komunitas Orang Jawa Timur.


SURABAYA - JIKA cintanya total, kondisi apapun istri pasti diterima. Tapi Suwardjo, 31, tidak begitu. Tahu istrinya, Rini, 26, berpantat hitam, setahun menikah hanya sekali disentuh di malam pertama. Sejak itu Rini tak pernah dilongok dan akhirnya Suwardjo menggugat cerai lewat Pengadilan Agama Surabaya.
“Kelelawar sayapnya hitam, terbang rendah di tengah malam, pagi-pagi mereka pulang…..,” begitu lagu Koes Plus tahun 1970-an. Sampai sekarang, meski hanya urusan kelelawar hitam, banyak yang menggemari. Bahkan banyak juga kelompok yang secara periodik bertemu hanya untuk menikmati lagu-lagu Ku=oes Plus, Lalu bagaimana jika yang hitam pantat istri? Kecewakah sebagai suaminya? Tega pula menceraikan hanya urusan itu?
Bagi Suwardjo warga Karah Surabaya, kenapa tidak? Belum lama ini dia tega membawa istrinya ke Pengadilan Agama untuk bercerai, hanya karena urusan pantat istri yang hitam. Padahal maunya Suwardjo, pantat istri itu kuning atau cenderung putih macam bakpao isi kacang ijo.
Setahun lalu Suwardjo yang menjadi guru SD itu menikah dengan Rini, pegawai bank BUMN. Mereka sudah pacaran dua tahun, dan rupanya meski pacaran begitu lama Suwardjo tidak pernah “studi kelayakan” atas calon istrinya, sehingga ketika resmi nikah di depan penghulu, rasanya Suwardjo seperti beli kucing dalam karung saja. Belum tahu bagaimana dalamnya, apa lagi mendalami.
Seperti lazimnya pengantin baru, setelah resmi menikah malam harinya Suwardjo – Rini menggelar malam pertama dengan penuh gegap gempita. Kebetulan malam itu ada pertandingan bola luar negeri, sehingga seluruh anggota keluarga pada sibuk nonton bola, tapi Suwardjo tidak, karena sibuk dengan urusan pribadinya. Maka yang terjadi kemudian, bola di TV belum ada juga yang berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan, bola Suwardjo sudah gol duluan.
Sayangnya, hanya sekali itu saja Suwardjo memberikan nafkah batin buat istrinya. Sejak itu, meski tinggal serumah dan seranjang, Rini sama sekali tak pernah disentuh. Mereka tidur sendiri-sendiri. Ketika istri jowal-jawil mengajak, Suwardjo malah berkata ketus, “Memangnya saya kondektur bis, apa?”
Rini heran, kenapa suami tak mau memeberikan nafkah batin lanjutan sebagaimana layaknya suami istri. Tapi Suwardjo tak pernah memberi jawaban yang gamblang. Dia hanya muter-muter cari alasan, persis pengacara sedang membela kliennya. Bohong besar kecil tak masalah, yang penting menang.
Tiba-tiba belum lama ini Suwardjo membawa istrinya ke Pengadilan Agama Surabaya, untuk mendaftarkan gugatan cerai. Ketika sidang, majelis hakim pun terheran-heran karena Suwardjo tak bisa menjelaskan apa alasan bercerainya. Jika alasannya Suwardjo tak memenuhi kewajibannnya sebagai lelaki, mestinya yang melayangkan gugatan pihak istri.
Karena hakim terus mendesak untuk memberi alasan perceraian, lama-lama Suwardjo mau buka kartu. “Maaf yang mulia, saya terpaksa menceraikan istri, karena dia berbokong hitam. Saya tak selera jadinya, sehingga ngedrop melulu kaya HP yang baterainya sudah hamil.”, kata Suwardjo.
Tentu saja majelis hakim bingung, masak alasannya tidak logis sama sekali. Namanya orang berumahtangga, pasti saling mencintai. Sedangkan orang mencintai itu pasti bisa menerima segala kekurangan pasangannya. Akhirnya majelis hakim menguliahi Suwardjo tentang makna cinta bagi suami istri. Tapi Suwardjo tak bergeming.
Kini yang tersinggung justru Rini. Urusan pantat hitam saja kok dibikin ribut. Itu kerata api kepala hitam, dulu juga ditunggu orang. Maka katanya kemudian pada majelis hakim, “Sudahlah Pak Hakim, saya rela diceraikan. Seperti dianya paling ganteng saja. Wong dia sendiri juga berkulit hitam.” Kata Rini.
Hitam kaya tiang telepon ya mbak ya?
[Foto ILustrasi - Sumber : poskotanewscom]
LUCU !! SETAHUN NIKAH MINTA CERAI KARENA PANTAT ISTRI HITAM



Ngeri! Inilah Isi Perut Warga Makan Paku, Silet, dan Pisau

Jember (beritajatim.com) - Tim medis RS Daerah dr. Soebandi, Kabupaten Jember, tengah melakukan observasi terhadap Hendro, warga Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.

Dalam perut Hendro ditemukan pisau, paku, dan silet.

Adanya benda-benda tajam dalam perut Hendro terlihat jelas dari hasil foto ronsen dokter. Setelah sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat, kini dia dirawat di Ruang Mawar.

"Kami disarankan melakukan operasi dan masih observasi. Semalam sudah dironsen. Nanti mungkin dironsen lagi. Pengobatan sudah dilakukan. Kami menunggu observasi," kata Ari Budi Haryanto, kakak Hendro, Jumat (7/7/2017).

Benda-benda tajam ini ditemukan setelah Hendro menjalani pemeriksaan medis di RS Daerah dr. Abdoer Rahem. Selama tiga hari terakhir, ia mengaku sakit perut sehingga harus dironsen di ruang radiologi. Hasilnya membuat ibunya, Siti Khadijah, terkejut bukan main.

Petugas medis rumah sakit tersebut juga tak bisa menjelaskan fenomena ini. Hendro semula akan dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar, Malang. Namun belakangan, informasi yang diperoleh Beritajatim.com, ia dirujuk ke RSD dr. Soebandi Jember.

Khadijah mengatakan, Hendro mulai tampak tidak normal dan suka marah sejak tiga tahun terakhir. Sebelumnya, setamat SMA, tak ada tanda-tanda penyakit jiwa. Bahkan Hendro sempat menjadi nelayan. "Akhirnya ia sempat dirawat di RS Jiwa Lawang, Malang," jelasnya.

Humas RSD dr. Soebandi Justina Evi Tyaswati membenarkan, bahwa ada beberapa benda di perut Hendro. "Itu memang dimakan sama pasien. Dia mengaku karena sakit perut, ingin perutnya sembuh, dia memakan benda-benda tajam," katanya. Hendro mulai makan benda-benda tajam setelah lebaran. [wir/ted]

Sumber:http://beritajatim.com/peristiwa/302252/ngeri!_inilah_isi_perut_warga_makan_paku,_silet,_dan_pisau.html
Ngeri! Inilah Isi Perut Warga Makan Paku, Silet, dan Pisau



 Siapa pun tak menyangkal bahwa Jember adalah salah satu kota di Indonesia yang terkenal di dunia. Sudah lama Jember dikenal sebagai wilayah penghasil tembakau paling baik dan enak di dunia, Tak hanya itu, Jember juga terkenal sebagai sentra edamame (kedelai Jepang) yang digemari oleh warga Jepang. Yang tak kalah keren dan heboh adalah Jember sebagai kota karnaval tingkat dunia.
Hampir semua mata penggemar fashion carnaval dunia akan tertuju di kota ini untuk 35 hari ke depan, tepatnya pada 9 – 13 Agustus 2017. Acara yang ditunggu-tunggu oleh pecinta fashion dunia: Jember Fashion Carnaval (JFC) 2017. Fashion tahunan yang ke-16 kali ini akan mengambil tema VICTORY.
Presiden JFC, Dynand Fariz, saat hadir di Sevendream City, Jember, Jawa Timur, beberapa waktu yang lalu menjelaskan tema Victory pada JFC ke-16 tahun 2017 kali ini akan menampilkan kemenangan JFC di tingkat dunia. “Sudah saatnya, karena ini kemenangan Indonesia, kemenangan bangsa di sejumlah event dunia. Kita sudah 13 kali meraih kemenangan dalam best national costume. Dari 13 kemenangan itu, 8 diantaranya akan menjadi tema besar defile yang akan ditampilkan pada JFC ke-16 tahun ini,” papar Dynand.
“Tema victory sengaja dipilih untuk menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat dan dunia bahwa Indonesia yang dikenal sebagai negara kepulauan merupakan identitas dan ciri khas serta kekuatan tersendiri untuk meraih kemenangan,” lanjut Dynand.
Tercatat berbagai event internasional yang berhasil diraih oleh Jember Fashion Carnival adalah misalnya Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo, Jepang, Best National Costume Miss Supranational 2014 di Warsawa, Polandia, Best National Costume Miss Universe 2014 di Florida, USA Best National Costume Miss Supranational 2015 di Warsawa, Polandia, Best National Costume Miss Grand International 2016 di Las Vegas Amerika Serikat, dan Best National Costume Miss Tourism International 2016 di Malaysia.
Chronicle of the Borobudur
Di samping menampilkan kemenangan JFC di event internasional yang diraih di tahun-tahun sebelumnya, tahun ini JFC akan menambah lagi kategorinya, yaitu kolaborasi dengan drumband musik karnaval. Tambahan kolaborasi drumband ini memposisikan JFC 2017 setara dengan event karnaval dunia di Pasadena di Amerika.
Suryanto, Wakil Presiden JFC, Rabu (14/6) menjelaskan bahwa, seperti tahun sebelumnya, event JFC akan diisi pula dengan conference, pameran, dan exhibition. Bahkan kedepannya Official JFC akan mengemas lebih profesional lagi untuk menjadikan JFC sebagai bagian dari MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) Kota Jember. “Sekarang kan sudah ada conference, pameran, dan exhibition. Nanti official JFC akan mengemas lagi lebih professional lagi sebagai bagian dari MICE,” jelasnya.
JFC 2017 ini akan melibatkan sekitar 1100 talen mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi dan umum. Para talen itu sebagian besar merupakan putra putri Kota Jember. Mereka akan menyusuri catwalk jalan sepanjang 3,6 km. “Pokoknya 90 persen warga Jember,” kata Suyanto menambahkan.
Rute dan Acara Karnaval JFC ke-16
Direncanakan ada 10 tema kostum unik yang mempresentasikan perjalanan JFC dalam meraih prestasi di level dunia dalam kategori National Costume yang akan ditampilkan dalam JFC yakni Srivijaya Empire, Bali, King of Papua, Mystical Toraja, Siger Crown Lampung, Borneo, Chronicle of Borobudur, Mythical Toraja, Worderful of Betawi dan Unity in Diversity.
Dimulai dari JFC International Exhibition dan akan digelar antara lain KIDS CARNIVAL pada 10 Agustus 2017. Diperagakan oleh anak-anak dengan Costum Carnival, rute diawali dari Jalan Sudarman, Jalan Sultan Agung, Jalan Gajah Mada berakhir di SMP SANTO PETRUS; ARTWEAR CARNIVAL 11 Agustus 2017. Special performing art FALL WINTER yang akan diperagakan oleh model dengan rute Jalan Sudarman, Jalan Sultan Agung, Jalan Gajah Mada menuju AULA PTPN XII; WONDERFUL ARCHIPELAGO CARNIVAL INDONESIA (WACI) 12 Agustus 2017. Special performing art keindahan budaya Nasional Indonesia yang dikemas dalam bentuk karnaval dan akan diperagakan oleh perwakilan propinsi di Indonesia dengan rute Jalan Sudarman, Jalan Sultan Agung, Jalan Gajah Mada, dan berakhir di AULA PTPN XII, dan GRAND CARNIVAL 13 Agustus 2017. JFC-16 VICTORY SHOW TIME merupakan acara puncak JFC INTERNATIONAL EXHIBITION. STREET FASHION dengan catwalk sepanjang Jalan Sudarman, Jalan Sultan Agung, Jalan Gajah Mada, berakhir di GEDUNG SERBAGUNA.
Rute Karnaval JFC 2017
Diperkirakan karnaval tahun ini akan dihadiri oleh rartusan ribu pengunjung baik dari Indonesia maupun dari luar negeri dan diliput oleh ratusan wartawan dari berbagai media di seluruh dunia.

Sumber:https://ngawursiana.com/2017/07/05/tema-victory-jember-fashion-carnival-2017-untuk-indonesia/
Tema “VICTORY” Jember Fashion Carnaval 2017 untuk Indonesia



berita terkini

JEMBER,(suarajatimpost.com) - Dianggap buruk dalam pengelolaan anggaran keuangan APBD tahun 2016, Bupati Jember, Selasa (04/07/2017) kemaren dilaporkan ke Pengadilan Negeri Jember oleh warganya.
Menurut Agus Muhamad Mashudi, salah satu penggugat, gugatan yang diajukan ke pengadilan merupakan class action (perwakilan kelompok) bukan hanya ditujukan kepada Bupati dr.Faida MMR saja. Tetapi, Wakil Bupati KH.Mukit Arif, dan turut tergugat Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni.
“Kita menyikapi kebijakan dari Bupati Jember yang sampai saat ini, dilihat dari sisi penggunaan anggaran, jelas jauh dari apa yang dijanjikan pada kampanye politik di kala dia mencalonkan diri sebagai bupati,” ujar Agus kepada sejumlah wartawan, kemarin.
Lebih jauh Agus menjelaskan, alasan kedua adanya gugatan class action tersebut, pihaknya menilai pola penetapan birokrasi yang tidak jelas.
“Sehingga atas evaluasi tersebut, perlu bagi kami mengatasnamakan diri sendiri, dan sebagai masyarakat ataupun rakyat Jember, kemudian juga mewakili atas dua juta empat ratus dari rakyat Jember, yang ada di 31 kecamatan, dan di 248 desa maupun kelurahan," jelasnya.
"Karena bagaimanapun kebijakan bupati ini berdampak sangat masif pada peningkatan perekonomian dan kemakmuran dari masyarakat Jember,” tambahnya.
Dengan adanya gugatan tersebut, pihaknya juga berusaha mengingatkan Bupati Jember harus bekerja secara profesional untuk mengelola pemerintahan Kabupaten Jember secara baik. Sehingga dengan buruknya hal tersebut, kata Agus, pihaknya terpaksa harus melakukan gugatan class action tersebut.
“Dari berbagai media yang kita baca, dan sidang-sidang di dewan perwakilan rakyat. Diketahui bahwa minimnya serapan anggaran yang hanya mencapai sekitar 21 koma sekian persen, kemudian besarnya SILPA tahun 2016 yang mencapai Rp 680 miliar ini kita lihat secara obyektif, bahwa ini merupakan ketidak profesionalisme dari bupati untuk mengelola keuangan APBD Kabupaten Jember,” pungkasnya.

Sumber:http://www.suarajatimpost.com/read/7569/20170705/194920/dinilai-buruk-mengelola-keuangan-bupati-jember-digugat-warganya-ke-pengadilan/
Dinilai Buruk Mengelola Keuangan, Bupati Jember Digugat Warganya ke Pengadilan



Pelaku (kaos kotak-kotak) saat diamankan di Mapolres Jember (foto : Moh. Ali Makrus / Jember TIMES) Sekejam-kejamnya hariamu tidak akan memakan anaknya sendiri, pepatah ini rupanya tidak berlaku bagi Rawi (50) warga Dusun Rowo Desa Karang Paiton Kecamatan Ledokombo Jember, bagaimana tidak, pria yang sehari-hari sebagai kuli bangunan ini tega menggagahi MA (15) anak kandungnya sendiri hingga hamil 7 bulan.
Beruntung perbuatan pelaku diketahui perangkat desa dan melaporkannya ke Mapolsek Ledokombo selanjutnya dibawa ke Mapolres Jember pada Senin (3/7/2017) malam, sebab warga sekitar sudah geram dengan ulah ‘Don Juan’ pelaku dan hampir menghakiminya, bagaimana tidak, sebelumnya pelaku juga diketahui menghamili tetangganya, namun bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
“Warga mengetahui ulah pelaku saat melihat perkembangan tubuh MA, karena gadis pendiam yang masih anaknya sendiri ini terlihat murung, saat kami tanya, korban mengatakan kalau yang menghamili adalah bapaknya sendiri,” ujar perangkat desa yang membawa pelaku ke Mapolres.
Menurut perangkat desa yang tidka mau disebut namanya, dalam pengakuannya MA sudah 4 kali melayani nafsu bejat bapaknya saat dirumah sepi, ia tidak berani menceritakan kejadian yang dialaminya kepada ibu maupun saudaranya, karena bapaknya selalu mengancam akan membunuh kalau korban menceritakan kepada orang lain.
“Saat kami tanya, ia sudah 4 kali dipaksa melayani nafsu bapaknya, tadi warga juga sudah mau main hakim sendiri mas, apalagi pelaku dulu pernah menghamili tetangganya dan kami selesaikan secara kekeluargaan, tapi karena kami takut terjadi apa-apa, pelaku kami bawa ke Mapolsek, terus oleh pihak Polsek diarahkan ke Polres,” ujarnya.
Sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut, pelaku saat ini diamankan di Mapolres untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (*)

Sumber:http://www.jembertimes.com/baca/154998/20170704/110641/hamili-anak-kandung-nyaris-dimassa/
Hamili Anak Kandung, Nyaris Dimassa

Jember Diminati Investor Pariwisata & Hotel


Jember Diminati Investor Hotel
Jumlah hotel di Jember terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan, Kota Tembakau ini menjadi incaran para investor. Di tahun ini saja sudah ada tiga hotel yang sedang dibangun. Ketiganya adalah Hotel Dafam Lotus, Hotel 99, dan sebuah hotel di kompleks Lippo Mall.
Dedi Winarno, Kabid Pengembangan Produk Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember mengatakan, pertumbuhan jumlah hotel di Jember terus meningkat seiring dengan perkembangan ekonomi. “Hotel yang sudah beroperasi jumlahnya ada 49 unit,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.
Di tahun 2017, ada satu hotel yang baru beroperasi, yakni Hotel Watu Ulo. Sedangkan lainnya masih dalam tahap pembangunan. Bahkan, ada  home stay yang juga berubah menjadi hotel, misal JC Homestay yang akan beralih menjadi hotel. “Awalnya mengajukan izin hotel, tapi tidak memenuhi syarat menjadi homestay,” tuturnya.
Menurut Dedi, dua hotel di Jember juga akan berubah nama. Hotel Panorama berganti menjadi Hotel Luminor, Hotel Istana akan menjadi Hotel 88. “Itu karena ingin meningkatkan grade hotelnya, sehingga (namanya) diubah untuk sepuluh tahun,” tandasnya.
Kebanyakan, kata dia, masyarakat luar kota yang ke Jember dan menginap di hotel juga untuk berbisnis. Sehingga, waktu menginapnya tidak terlalu lama. “Berbeda kalau untuk berwisata, mereka menginap bisa lebih lama,” tambahnya.
Investor tertarik membangun hotel salah satunya karena bandara yang beroperasi. Kemudian potensi wisata yang terus dikembangkan. Hal itu juga mendatangkan wisatawan ke Jember. “Pertumbuhan hotel juga diikuti oleh pertumbuhan rumah makan dan objek wisata,” tambah Naning Benty, Kasi Sarana, Jasa dan Objek Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember.  
Menurut dia, semakin maraknya hotel menjadikan hotel lainnya berbenah memperbaiki kualitas. Bahkan, juga diikuti oleh rumah makan yang sekarang berjumlah 47 unit. Berbeda dengan hotel, pertumbuhan rumah makan tidak diimbangi dengan perizinan. “Banyak yang tidak izin, sebab sering tidak bertahan lama,” aku Naning.
Apalagi sekarang, proses perizinan sudah tidak melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Tetapi melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP). “Tempat wisata juga bertambah, tahun 2016 sebanyak 50 destinasi, sekarang menjadi 60 destinasi,” pungkasnya. (gus/c1/har/jawapos.com)
Para wisatawan yang datang ke Jember dalam waktu yang lama hanya dalam momen tertentu. Seperti, saat pelaksanaan Jember Fashion Carnival (JFC) yang bisa memadati seluruh hotel. Sedangkan pada hari biasa tidak semua kamar hotel terisi.
 
Sumber:www.radarjember.com

JEMBER DIMINATI INVESTOR PARIWISATA DAN PERHOTELAN
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

WELCOME TO SHARE INDONESIA

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - BERSAMA MENGAWAL BIROKRASI

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

FANS PAGE FACEBOOK

Trending Post

Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung Penyebaran Virus Corona Patut Diapresiasi

JEMBER, Share Indonesia.id - Kebijakan pemerintah desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul Jember, dalam mengisolasi warganya yang mudik dari ...

Categories

  • BUDAYA
  • EKONOMI
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • PENGUMUMAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Recent Posts

Website Archive

  • ▼  2020 (28)
    • ▼  April (3)
      • Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung ...
      • 2 Pemudik Zona Merah Masuk Isolasi JSG
      • DAMPAK CORONA: Ringankan Beban Sesama, Komunitas ...
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2019 (411)
    • ►  Desember (33)
    • ►  November (32)
    • ►  Oktober (32)
    • ►  September (33)
    • ►  Agustus (33)
    • ►  Juli (36)
    • ►  Juni (32)
    • ►  Mei (35)
    • ►  April (39)
    • ►  Maret (42)
    • ►  Februari (30)
    • ►  Januari (34)
  • ►  2018 (174)
    • ►  Desember (10)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (126)
    • ►  Februari (22)
  • ►  2017 (528)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (16)
    • ►  Agustus (66)
    • ►  Juli (64)
    • ►  Juni (64)
    • ►  Mei (73)
    • ►  April (53)
    • ►  Maret (72)
    • ►  Februari (64)
    • ►  Januari (55)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Maret (1)

VISITOR WEBSITE

Flag Counter

Halaman Website

  • HOME
  • MEDIA CYBER
  • PUBLIK SERVICE
Solidaritas Jember. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Popular Post

  • Ratusan GTT di Jember, Terima SP Serta THR Yang Serahkan langsung oleh Bupati Faida MMR
  • Bupati Faida, Targetkan 9.416 Adminduk "Rampung" Melalui Pendopo Express
  • Gus Firjaun Apresiasi Upaya Bupati Faida Soal Konsep Islam dan Pancasila KH. Ahmad Siddiq

SHARE INDONESIA MAP

VISITORS

Flag Counter

Copyright © 2019 SHARE INDONESIA. Creative By Troops Dhemits Jember TROOPS DHEMITS JEMBER