• HOME
  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • WISATA
  • SOSIAL

Welcome To Share Indonesia

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - PENYAMPAI ASPIRASI DAN MENGAWAL BIROKRASI
SHARE INDONESIA


Foto San Santy Reog.
Tanah longsor kembali terjadi untuk ketiga kalinya di Lingkungan Mojan, Kelurahan bintoro Kecamatan patrang  Kabupaten jember Jawa Timur, Minggu (25/2/2018). Jalan akses transportasi tertutup tanah.
Longsoran sempat membuat warga di sebagian RT 1 dan seluruh warga RT 2 di RW 2 tak bisa mengakses jalan tersebut dan terancam terisolasi. Total ada 49 keluarga yang terdampak. "Itu satu-satunya akses jalan warga. Akhirnya bersama-sama warga dan relawan, kami akhirnya membetulkan jembatan darurat (dari bambu)," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Widi Prasetyo.
Longsor pertama terjadi pada pekan pertama Februari 2018 dan longsor kedua terjadi pekan lalu, berasal dari bukit yang merupakan lahan milik warga. "Potensi longsor kembali sangat besar. Kalau longsor terjadi saat warga berlalu-lalang mengakses jalan itu, bisa mengancam keselamatan," kata Widi.
Oleh sebab itu, Widi meminta kepada warga agar saat hujan tidak melalui jalur tersebut. "Kita rembuk titik aman warga ke mana. Insya Allah besok pagi saya ke sana, untuk menentukan lokasi titik aman sementara kala terjadi hujan," katanya.
Selain mengancam akses jalan, longsoran tanah sewaktu-waktu juga bisa mengancam tiga rumah warga yang berada di bawah tebing. "Rumah-rumah itu terlalu dekat dengan tebing, berada di bawah tebing," kata Widi. Ia meminta agar warga berhati-hati saat hujan deras terjadi.

Sumber: www.beritajatim.com

TANAH LONGSOR ANCAM ISOLASI WARGA


berita terkini


Jajaran Kepolisian Sektor Semboro, Polres Jember berhasil meringkus pengedar obat keras berbahaya (okerbaya) atas nama NN ditangkap di kediamannya di Desa Sidomekar, Sabtu (25/02).
Kapolsek Semboro AKP Adri Santoso penangkapan terhadap tersangka ini, bermula saat kepolisian sektor Semboro sedang melakukan patroli di Simpang Lima Proliman dan menemukan pemuda membawa obat warna putih berlogo Y.
"Kemudian pemuda bernama M Nur Hakim kita amankan, selanjutnya kita kembangkan siapa penjualnya," ungkapnya.
Kapolsek anggota SPKT Polsek Semboro mengatakan bahwa pihaknya mendatangi rumah tersangka. Didapati tersangka sedang melayani atau menjual okerbaya kepada pemuda lain.
"Barang bukti yang berhasil kami sita berupa uang tunai Rp 65.000, pil okerbaya sebanyak 430 butir," terangnya.
Menurut Adri, tersangka akan dijerat dengan pasal 196 subs 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.
"Untuk penyidikan lebih lanjut, tersangka kami amankan di Mapolsek Semboro," tutupnya.

Sumber :suarajatimpost.com
TRANSAKSI OKERBAYA PEMUDA JEMBER DIRINGKUS POLISI


Angkutan Desa, Transportasi Jember,

Menghitung angkutan desa (angdes) di Jember  semakin mudah bahkan bisa dengan jari. Bertambah tahun, jumlahnya semakin berkurang. Penyebabnya, karena mulai ditinggal penumpangnya.
Salah satu sopir angdes yang masih bertahan di Kalisat, Sumarto tidak bisa memastikan, akan bertahan dengan kondisi seperti itu. Sebab, mau mencari setoran mobil Rp 25 ribu per hari, sudah kesulitan, bahkan lebih sering angkat tangan tidak setor.
Dia mengaku tetap bertahan, karena tak ada pekerjaan lain, untuk pria berumur 60 tahun sepertinya. Dia pun masih bersyukur, sopir senior Arjasa – Kalisat, sudah memiliki banyak pelanggan. “Bukan anak sekolah, tapi pekerja gudang (tembakau),” akunya.
Ongkos untuk pekerja gudang, memang tidak terlalu mahal. Sekali menumpang kendaraannya, cukup bayar Rp 2 ribu. Namun mereka bisa pulang – pergi (PP). Sehingga, satu orang pelanggan bisa dipungut Rp 4 ribu. “Kalau sampai 10 orang, kan lumayan PP bisa dapat Rp 40 ribu,” katanya.
Trayek Arjasa – Kalisat, diakuinya memang tak sama dengan Arjasa – Bondowoso. Kata Sumarto, sopir angdes trayek Bondowoso, setengah hari sudah bisa pulang dan mampu bayar setoran mobil. Sedangkan di trayeknya, ambil 2 PP diakuinya masih kesulitan cari penumpang. “Kalau trayek Kalisat – Sukowono, malah mati tidak ada angkutan sama sekali,” ungkapnya.
Matinya sejumlah rute angdes di wilayah utara, menurut Sumarto karena penumpang yang memang sepi. Mereka, lebih memilih kendaraan pribadi. Sepinya penumpang, membuat sulit bayar setoran dan akhirnya bos pemilik armada, memilih menutup usahanya.
Pun demikian yang disampaikan sopir lainnya, Hari. Pria yang tak lain warga Arjasa, mengakui jika bos pemilik mobil sampai tak sanggup membeli onderdil. Bukan hanya itu, untuk menekan biaya operasional, beberapa bos sampai enggan menguji KIR kendaraannya.
Bahkan yang lebih parah diakui Hari, ada beberapa mobil angdes pelat kuning, sebenarnya nomor kendaraan mobilnya hitam. “Karena angkutannya banyak yang tutup, ada sopir yang beli mobil pribadi bekas, kemudian pelatnya diganti kuning,” bebernya.
Namun tetap ada konsekuensi. Semisal ada razia kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Jember, para sopir terpaksa libur narik penumpang. “Pasti tahu kalau ada operasian (razia, Red). Karena anak-anak di jalan saling info pakai HP,” terangnya.
Sementara itu, Kadishub Jember Isman Sutomo, mengakui banyak angdes yang gulung tikar. Bahkan data yang dimiliki dinasnya, setiap tahunnya jumlah angdes di Jember berkurang.
Meski demikian, pihaknya tidak mampu mengintervensi pemilik angkutan. Diakuinya Isman, Dishub Jember hanya bisa memotivasi dengan beberapa fasilitas yang diprogramkan dishub. “Salah satunya program angkutan digital, JDTI,” tuturnya.
Soal pengakuan banyak angkutan, yang tidak uji KIR dan berganti pelat nomor hitam ke kuning, Dishub Jember tetap tegas menindaknya. “Tapi mereka selalu sembunyi saat ada razia. Sampai tertangkap, ya jelas tidak ada kompromi,” janjinya. Sebab menurut Isman, Uji KIR bagian dari garansi keselamatan penumpang angkutan. 
(jr/rul/hdi/das/JPR)

Sumber: https://www.jawapos.com/radarjember/read/2018/02/26/52452/angkutan-desa-yang-semakin-tak-berdaya
ANGKUTAN DESA SEMAKIN TAK BERDAYA


GSDGSDG
dalam acara diskusi publik terkait lembaga keuangan investasi bodong yang merugikan masyarakat STIE Mandala Jember menggandeng Otoritas Jasa Keuangan Jember (ojk jember) menyelenggarakan seminar diskusi interaktif, di aula gedung ojk jember, acara yang bertabjub maraknya investasi bodong di jember ini disambut baik oleh semua mahasiswa STIE Mandala yang ikut serta dalam kegiatan ini, dikarenakan dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait investasi.

menuru rachmat hidayat ” ketua komisioner ojk jember menerangkan bahwa investasi bodong sangat marak terjadi di masyarakat hal ini dikarenakan kurang taunya masyarakat akan investasi bodong yang menawarkan keuntungan besar padahal caranya tidak logis dan tidak jelas. bukan hanya di jember investasi bodong juga banyak terjadi di indonesia, rackmat menambahkan kegiatan investasi bodong masih banyak dan marak terjadi, untuk itu ojk membentuk satgas satgas yang selalu memantau semua lembaga keuangan yang ada di indonesia termasuk dijember

unutk masyarakat diharapkan lebih berhati hati jika ditawari investasi yang notabenya tidak jelas dengan menawarkan keuntungan yang besar namun tidak logis, hal senada juga disampaikan dosen stie mandala jember mustofa, se, msi.

mustofa munuturkan kegiatan investasi bodong memang sangat marak terjadi jadi unutk itu masyarakat harus lebih jeli dan pintar, jika memang masih ragu bisa menanyakan langsung kep pihak OJK apakah lembaga investasi keuangan tersebut bodong atau tidak, karena apa setiap lembaga keuangan pastilah terdaftar di ojk, jika tdk terdaftar ya berarti bodong ” pungkasnya

Sumber: www.stie-mandala.ac.id
GANDENG OJK JEMBER STIE MANDALA SELENGGARAKAN DISKUSI INTERAKTIF INVESTASI BODONG


Perkembangan bisnis asuransi semakin menjadi trend masyarakat di era globalisasi. Bahkan sejak beberapa tahun terakhir Jember, mulai dilirik banyak perusahaan dibidang ini. Salah satunya adalah Generali,  perusahaan swasta asal Negara Itali yang mencoba peruntungan dengan membuka  agen di Jember.
Sebagai Perusahaan yang bergerak dibidang Asuransi  berbasis syariah, Generali langsung tancap gas dalam upaya pengembangan usahanya. Mereka menggelar  sosialisasi selama berapa hari, sejak Jum,at 23/2/18 di Grand Caffe Kampus Sumber sari, Kec. Sumber sari Jember.
Ekspansi ke Jember tampaknya sudah dirancang sejak lama oleh director Business Generali, Paul Stefanus. Dia berharap Jember sebagai ladang potensial bagi perusahaannya. Untuk itu, dia harus bisa meyakinkan madyarakat Jember yang sebagian besar muslim ini untuk menjadi calon mitra syariah waqafnya.
Director Business, Paul Stevefanus, SE, CFP mengatakan.”kami ada ikatan kontrak dengan Generali yang ada di Jakarta, bahkan kami ingin membuka cabang diJember, Jawa Timur. karena untuk wilayah Tapal Kuda adalah salah satu sasaran pangsa pasar kami, bahkan Jember akan kami perkuat dulu selama 3 bulan”, tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, “Jember ini menjadi salah satu kota target kami yang ada diwilayah Tapal Kuda, selain Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso, karena wilayah Tapal Kuda ini merupakan basis kaum Nahdlatul Ulama (NU), untuk sementara kita perkuat di Jember dulu, bahkan ada target selama 3 bulan untuk menggarap pangsa pasar dikota yang sangat dinamis ini.” imbuhnya.
Selain hal tersebut, pihaknya juga telah berhasil mengangkat 8 orang duta wakaf dalam waktu sehari usai sosialisasi kami kukuhkan sebagai duta wakaf.
Ditambahkan, bisnis ini banyak sekali keuntungannya apabila telah berhasil dalam melaksanakan dilapangan, selain ibadah abadi juga ada bonus pahala akhirat juga bisa mendapat umroh dan bonus lainnya, “semakin banyak kita dapatkan yang mewakafkan maka akan semakin banyak juga keuntungannya.” pungkasnya.
Pantauan dilokasi Grand Caffe, acara sosialisasi asuransi bersyariah ini banyak di ikuti para muda. Mereka ini sangatbantusias sekali, bahkan paparan yang di bawakan pemateri semakin menggugah para peserta yang hadir dalam acara tersebut. (tom)

Sumber: www.faktajember.com
Generali Kembangkan Asuransi berbasis Syariah Di Jember
BMJ News.,Kabupaten Jember termasuk daerah agraris. Sedikitnya 30 persen berkontribusi sebagai lahan pertanian.
Namun, kondisi itu berbeda dengan sumbangsih dalam peningkatan pertumbuhan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto).
Sektor pertanian memberikan kontribusi hanya berkisar 3-4 persen.
“Ini menunjukkan perlunya dorongan, diberikan kesempatan, fasilitas, dan strategi untuk meningkatkan kembali kontribusi,” kata Drs. Edy Budi Susilo, M. Si., Asisten Pembangunan Pemerintah Kabupaten Jember, saat pelantikan Pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember, Sabtu (25/2/2018).
Pelantikan Pengurus HTKTI Jember periode 2018 – 2023 berlangsung di Bernady Land Slawu. Jumantoro sebagai ketua dilantik bersama sejumlah pengurus lainnya oleh Ketua HKTI Jawa Timur. Selain Edy Budi Susilo, hadir juga sejumlah pejabat Pemkab Jember.
Acara pelantikan Pengurus HKTI tersebut juga diwarnai bazar buah dan sayuran.
Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., berharap kepengurusan HKTI Jember di lima tahun kedepan bisa membawa perubahan dan menyejahterakan petani.
“Dan bersinergi pemikiran bersama pemerintah daerah menyejahterakan para petani,” ujar Edy.
Ketua HKTI Provinsi Jatim, H. Achmad Nawardi menyampaikan keinginannya untuk bisa bermitra dengan pemerintah, mulai dari pusat sampai kabupaten dan kota.
“Agar menjembatani kepentingan pemerintah dengan kepentingan petani. Bersinergi tenaga, pikiran, kerjasama dan semua tujuannya hanya untuk petani,” kata H. Achmad Nawardi.(Yunk)
Tingkatkan PDRB Sektor Pertanian
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

WELCOME TO SHARE INDONESIA

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - BERSAMA MENGAWAL BIROKRASI

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

FANS PAGE FACEBOOK

Trending Post

Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung Penyebaran Virus Corona Patut Diapresiasi

JEMBER, Share Indonesia.id - Kebijakan pemerintah desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul Jember, dalam mengisolasi warganya yang mudik dari ...

Categories

  • BUDAYA
  • EKONOMI
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • PENGUMUMAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Recent Posts

Website Archive

  • ▼  2020 (28)
    • ▼  April (3)
      • Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung ...
      • 2 Pemudik Zona Merah Masuk Isolasi JSG
      • DAMPAK CORONA: Ringankan Beban Sesama, Komunitas ...
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2019 (411)
    • ►  Desember (33)
    • ►  November (32)
    • ►  Oktober (32)
    • ►  September (33)
    • ►  Agustus (33)
    • ►  Juli (36)
    • ►  Juni (32)
    • ►  Mei (35)
    • ►  April (39)
    • ►  Maret (42)
    • ►  Februari (30)
    • ►  Januari (34)
  • ►  2018 (174)
    • ►  Desember (10)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (126)
    • ►  Februari (22)
  • ►  2017 (528)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (16)
    • ►  Agustus (66)
    • ►  Juli (64)
    • ►  Juni (64)
    • ►  Mei (73)
    • ►  April (53)
    • ►  Maret (72)
    • ►  Februari (64)
    • ►  Januari (55)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Maret (1)

VISITOR WEBSITE

Flag Counter

Halaman Website

  • HOME
  • MEDIA CYBER
  • PUBLIK SERVICE
Solidaritas Jember. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Popular Post

  • Ratusan GTT di Jember, Terima SP Serta THR Yang Serahkan langsung oleh Bupati Faida MMR
  • Bupati Faida, Targetkan 9.416 Adminduk "Rampung" Melalui Pendopo Express
  • Gus Firjaun Apresiasi Upaya Bupati Faida Soal Konsep Islam dan Pancasila KH. Ahmad Siddiq

SHARE INDONESIA MAP

VISITORS

Flag Counter

Copyright © 2019 SHARE INDONESIA. Creative By Troops Dhemits Jember TROOPS DHEMITS JEMBER