• HOME
  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • WISATA
  • SOSIAL

Welcome To Share Indonesia

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - PENYAMPAI ASPIRASI DAN MENGAWAL BIROKRASI
SHARE INDONESIA

 Wakil Bupati Jember KH Abdul Muqit Arief berkunjung ke Ponpes Madinatul Ulum di Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah. Kedatangan Wabup untuk meninjau kondisi santri pasca imunisasi difteri.

Muqit mengatakan, dengan adanya kejadian santri dirawat usai imunisasi difteri, telah menimbulkan sebuah kepanikan. Baik di internal pondok mau pun di kalangan masyarakat.

"Kemarin kan ada kepanikan yang luar biasa ya, dari pondok, dari masyarakat. Dan ini menjadi atensi bagi kami," kata Muqit di lokasi, Jumat (2/3/2018).

Muqit bersyukur setelah melakukan cek di lapangan, kini kondisinya sudah normal. Bahkan dia menilai, apa yang terjadi tidak segawat yang diberitakan selama ini.

"Ternyata memang tak segawat yang diberitakan. Bahkan ada istilah tumbang segala macam. Malah dari 73 santri yang dirawat, 20 orang memang kondisinya sakit, dan mereka itu belum diimunisasi," terang Muqit.

"Untuk yang lain, memang karena asupannya. Jadi ada anak yang dari pagi itu belum sarapan. Dan Alhamdulillah sekarang semua sudah selesai," sambung Muqit.

Dia menegaskan, Pemkab Jember akan terus menjalankan imunisasi difteri ini. Sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan.

"Pak kiai (pengasuh ponpes) tadi sudah berbagi tugas dengan kami. Pak kiai akan memberikan penjelasan kepada masyarakat dan wali santri, dan dari dinkes akan memberikan penjelasan kepada siswa. Nanti kalau sudah kondusif, dua atau tiga hari ke depan ini akan kita lanjutkan," urai Muqit.
(fat/fat)

Sumber: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3894763/wabup-jember-cek-kondisi-santri-dehidrasi-usai-imunisasi-difteri
Wabup Jember Cek Kondisi Santri Dehidrasi Usai Imunisasi Difteri



Jember, FaktaJember.com – Pemerintah Kabupaten Jember bersama Kejaksaan Negeri Jember berhasil menekan kerugian daerah atas pelaksanaan anggaran pembangunan.
Hal ini disampaikan Bupati Jember dr Hj Faida MMR saat pidato penyampaian jawaban terhadap Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Jember atas RAPBD Jember 2018 dalam Rapat Paripurna DPRD Jember, Kamis (1/3/2018), di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Jember.
Data yang diungkap bupati berdasarkan laporan pemantauan penyelesaian atas kerugian daerah semester kedua tahun 2017 yang diterbitkan BPK RI.
Temuan itu menjelaskan pada tahun 2016 atas pelaksanaan tahun anggaran 2015 terdapat kerugian daerah sebesar Rp. 1,3 miliar. Jumlah kasusnya sebanyak 33 kasus, terdiri dari 20 kasus temuan BPK dan 13 kasus temuan Inspektorat Jember.

“Telah ditindaklanjuti dengan pengembalian Rp. 1,3 miliar ke Kasda,” jelas bupati.
Tahun 2017 atas pelaksanaan anggaran tahun 2016, lanjut bupati, terdapat kerugian daerah sebesar Rp. 31 juta. “Jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp. 1,3 miliar,” ujar bupati.
Jumlah kasus yang ditemukan tahun 2017 sebanyak 11 kasus, yang semuanya temuan BPK. Sementara temuan Inspektorat masih dalam tindaklanjut.
“Hal tersebut menunjukkan ternyata penurunan atas temuan APIP dan BPK RI sejak ada pendampingan TP4D dan sejak ada kesungguh-sungguhan pengawasan di internal Pemkab Jember,” ujarnya.
APIP merupakan Aparat Pengawas Internal Pemerintah yang berada di Inspektorat Pemkab Jember.
Sedang TP4D adalah tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah yang dibentuk oleh Kejaksaan Negeri Jember untuk mencegah tejadinya penyelewengan terhadap penggunaan APBD dan mengatasi kekhawatiran instansi pemerintah terjerat korupsi dalam melakukan realisasi pembangunan proyek. Pembentukannya berdasar amanat Inpres No. 7 tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi tahun 2015. (mad)

Sumber: http://www.faktajember.com/keseriusan-internal-pemkab-dan-pengawalan-tp4d-turunkan-kerugian-daerah/
Keseriusan Internal Pemkab dan Pengawalan TP4D Turunkan Kerugian Daerah



.
Jember Hari Ini – Diduga membawa kabur dan melakukan tindak pidana asusila terhadap pacarnya yang masih dibawah umur, JA, warga Desa Gumelar Kecamatan Balung, Rabu (28/2/2018) malam ditangkap polisi.
Menurut Kapolsek Balung, AKP Niluh Sriatiningsih, kasus persetubuhan dan membawa kabur gadis dibawah umur ini terjadi Rabu kemarin jam setengah 8 malam. Korban yang baru berumur 15 tahun pamit kepada ibunya pergi kerumah teman perempuannya. Namun karena korban tidak kunjung pulang, akhirnya orang tua korban mencari ke rumah teman-temannya. Akhirnya orang tua korban mendapatkan informasi kalau putrinya berada di rumah JA. Karena khawatir, orang tua korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Mapolsek Balung. Dari hasil pemeriksaan terungkap, tersangka melakukan tindakan asusila terhadap pacarnya di belakang rumahnya.
Tersangka dijerat dengan pasal tentang persetubuhan dan melarikan perempuan dibawah umur tanpa seizin orang tuanya yang diatur dalam pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, subsider pasal pasal 332 KUHP tentang membawa kabur gadis tanpa seizin orang tuanya. Tersangka terancam hukuman minimal 5 tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara dengan denda Rp 1,5 miliar. (Hafit)

Sumber: http://www.prosalinaradio.com/2018/03/01/diduga-lakukan-tindak-asusila-pada-anak-dibawah-umur-warga-balung-ditangkap-polisi/
DIDUGA LAKUKAN TINDAKAN ASUSILA PADA ANAK , WARGA BALUNG DITANGKAP POLISI



Santri Klenger, Imunisasi Difteri, Dinkes Jember,

MESKIPUN jelas banyak santri tumbang karena imunisasi difteri, namun dinas kesehatan masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Termasuk, menguji sampel dari para santri yang juga mengalami muntah. Apalagi, dari 75 orang yang dirawat, ada 16 santri yang ternyata belum mendapatkan imunisasi difteri ini.
Hal itu disampaikan oleh Siti Nurul Qomariyah, Kepala Dinas Kesehatan kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin. ”Kami harus observasi menyeluruh terkait dengan kasus ini yang terjadi di Ponpes Madinatul Ulum ini. Kami turunkan tim kesehatan untuk melihat apakah ini karena ikutan imunisasi,” jelas Nurul.
Pihaknya juga mengambil sampel untuk diteliti. Sampel yang diambil adalah hasil muntahan dari para pasien tersebut. Pihaknya masih melakukan kajian apakah memang ini murni karena imunisasi dalam program Outbreak Respons Imunization (ORI) Diftery yang dilakukan dinkes. “Karena dari laporannya, ada 16 orang yang juga panas tinggi dan mual tetapi belum mendapatkan imunisasi,” jelasnya.
Sehingga, dengan penelitian ini, maka akan diketahui pasti penyebab sakitnya puluhan siswa ini. Dirinya menjelaskan, imunisasi memang biasanya ada reaksi dari pertahanan tubuh menjadi sumer alias panas untuk sejumlah anak yang memang tidak kuat daya tahan tubuhnya. “Tetapi, ini ada gejala lain, yakni pusing, mual, dan muntah. Ini yang kami masih teliti,” ucap Nurul.
Muntahan para korban juga akan dicek karena khawatir ada pola makan yang salah di pondok tersebut. Apalagi, imunisasi selalu diberikan pada anak yang sehat. “Jika ada gejala sakit, kita tunda tidak diberikan imunisasi,” jelasnya. Imunisasi memang dilakukan pagi hari, baru ada reaksi sore dan malamnya.
Jika anak yang diimunisasi kondisi daya tahannya sedang menurun, sebenarnya cukup diberikan obat penurun panas (paracetamol) pada pasien. ”Mungkin obatnya tidak diminum, sehingga menimbulkan reaksi panas tinggi terhadap para santri tersebut. Kan cuma disuntik sebentar,” tuturnya. Tetapi dari hasil pengakuan santri, mereka tidak mendapatkan obat paracetamol ini
Untuk yang mengalami dehidrasi, diberikan infus penambah cairan. “Seharusnya minum dua liter air. Kemungkinan di pondok tidak sampai segitu minumnya,” jelasnya.
Ke depan, pihaknya akan terus melaksanakan program ini hingga tuntas. Apalagi, pihaknya sempat mengkhawatirkan penolakan dari sejumlah pihak atas imunisasi ke anak usia 1-19 tahun ternyata tidak terjadi. “Akan kita lanjutkan hingga 19 Maret 2018 mendatang,” jelasnya.
Untuk Jember targetnya diberikan kepada sasaran 680.545 anak di seluruh Kabupaten Jember. “Sekarang baru kecil capaiannya, karena baru mulai 22 Februari ini. Sekitar 6 persen,” jelasnya. Meskipun demikian, pihaknya optimis ini bisa tuntas dan optimal karena banyak dukungan dari banyak pihak. (
(jr/ram/hdi/das/JPR)

Sumber: https://www.jawapos.com/radarjember/read/2018/03/02/53634/dinkes-teliti-penyebab-lain
DINKES TELITI SEBAB LAIN



Jember, FaktaJember.com – Anggota Satres narkoba Polsek Silo berhasil meringkus pengedar obat keras berbahaya (okerbaya). pelaku bernama Andri Wiranata (26), warga Desa Karang Harjo, Kecamatan Silo – Jember, berhasil diciduk Aparat Kepolisian Satresnarkoba Polsek Silo, setelah sebelumnya Menindaklanjuti laporan masyarakat.
Petugas akhirnya melakukan pengintaian dan Investigasi. Hasilnya, ada dugaan Kuat yang mengarah ke tersangka Andri.
Selain pengedar tersangka doduga sebagai pengguna okerbaya. .tersangka digrebeg dan ditangkap di rumahnya.
Ka Polsek Silo AKP Heri Wahyono saat dikonfirmasi, Kamis (1/3/2018), menuturkan “Kemarin kami menangkap seorang pengedar Okerbaya dengan barang bukti ribuan pil trihexyphenidyl atau yang biasa disebut pil trex. Ribuan butir pil itu disembunyikan dalam termos nasi” ungkapnya.
Heri menambahkan penangkapan pelaku berawal dari keluahan dan laporan masyarakat yang melaporkan bahwa ada aktifitas yang mencurigakan dimana banyak pemuda asing tidak dikenal yang keluar masuk rumah tersangka, dari laporan tersebut akhirnya petugas melakukan pengintaian dan mendapati tersangka. petugas sempat kesulitan menemukan barang bukti okerbaya yang diduga dijual tersangkan andri.

Hingga akhirnya petugas mencurigai termos nasi yang ada dikamar tesangka, dan benar saja didalam termos nasi tersebut banyak ditemukan pil trihexyphenidyl/ pil trex. yang mana pil ini merupakan salah satu jenis obat keras berbahaya.
” Anggota Kami dapati barang bukti kurang lebih ada 5.000an butir Okerbaya jenis pil trex yang terbungkus dalam 5 bungkus besar dan 3 bungkus kecil, serta satu plastik flip kosong yang kesemuanya disembunyikan tersangka didalam termos tempat nasi tersebut.
Dari pengakuan tersangka okerbaya tersebut didapatnya dari seseorang yang tinggal di wilayah Kecamatan Panti ” tambah Heri.
Guna penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut tersangka dibawa ke Mapolres Jember untuk pengembangan dan pengejaran kepada pemasok okerabay tersebut. tersangka terjerat dengan pasal 196 sub pasal 197 UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak satu miliar,” tungkasnya. (rif)

Sumber: www.faktajember.com
SATRES NARKOBA POLSEK SILO, TANGKAP PENGEDAR OKERBAYA



 Pemkab Jember hari ini. Kamis, 1/3 kedatangan tamu istimewa Rombongan DPRD Boven Digoel berkunjung Untuk melakukan studi banding tentang potensi perkebunan dan wisata educasi.
Ketua DPRD Boven Digul, Ayub Santi mengatakan bahwa kedatangannya ke Jember untuk melakukan studi banding sektor perkebunan.
Dirinya sengaja memilih Jember karena secara ekonomis Jember memiliki Sementara potensi perekonomian masyarakat lokal Kabupaten Boven Digoel, butuh perhatiam khususnya sektor perkebunan.
Selain itu Jember merupakan Kabupaten terbaik terkait pengelolaan kopi dan kakao. “Kami datang ke sini untuk belajar tentang bagai mana mengelola perkebunan dengan baik” jelasnya.
Dia juga berharap agar bisa belajar dan menerapkan ilmu yang didapat di Boven Digoel.




Ditempatnya sebenarnya masyarakat sudah melakukan pengelolaan kopi dan kakao, tapi belum baik.
Saat pulang ke Boven Digoel, kata Ayub. Dirinya akan sampaikan apa yang diperoleh kepads pemerintah.
Sementara Bupati Jember dr. Faida dalam sambutannya menyambut baik kunjungan koleganya dari Boven Digoel. Selain dirinya merupakan teman baik bupati Boven Digoel dirinya sangat senang Jember bisa memberi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Selanjutnya, bupati yang dikenal tegak lurusnya ini kepada awak.media mengatakan bahwa dengan adanya Puslit Kopi dan Kakao , Jember memiliki potensi pertanian yang baik.
“Kunci sukses perkebunan itu bukan hanya produksi saja, namun harus diperhatikan dari hulu ke hilir, mulai dari pembenihan hingga pengolahan ” ujarnya. (tom)

Sumber: www.faktajember.com

DPRD BOVEN DIGOEL, STUDI BANDING PERKEBUNAN KE JEMBER
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

WELCOME TO SHARE INDONESIA

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - BERSAMA MENGAWAL BIROKRASI

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

FANS PAGE FACEBOOK

Trending Post

Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung Penyebaran Virus Corona Patut Diapresiasi

JEMBER, Share Indonesia.id - Kebijakan pemerintah desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul Jember, dalam mengisolasi warganya yang mudik dari ...

Categories

  • BUDAYA
  • EKONOMI
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • PENGUMUMAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Recent Posts

Website Archive

  • ▼  2020 (28)
    • ▼  April (3)
      • Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung ...
      • 2 Pemudik Zona Merah Masuk Isolasi JSG
      • DAMPAK CORONA: Ringankan Beban Sesama, Komunitas ...
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2019 (411)
    • ►  Desember (33)
    • ►  November (32)
    • ►  Oktober (32)
    • ►  September (33)
    • ►  Agustus (33)
    • ►  Juli (36)
    • ►  Juni (32)
    • ►  Mei (35)
    • ►  April (39)
    • ►  Maret (42)
    • ►  Februari (30)
    • ►  Januari (34)
  • ►  2018 (174)
    • ►  Desember (10)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (126)
    • ►  Februari (22)
  • ►  2017 (528)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (16)
    • ►  Agustus (66)
    • ►  Juli (64)
    • ►  Juni (64)
    • ►  Mei (73)
    • ►  April (53)
    • ►  Maret (72)
    • ►  Februari (64)
    • ►  Januari (55)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Maret (1)

VISITOR WEBSITE

Flag Counter

Halaman Website

  • HOME
  • MEDIA CYBER
  • PUBLIK SERVICE
Solidaritas Jember. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Popular Post

  • Ratusan GTT di Jember, Terima SP Serta THR Yang Serahkan langsung oleh Bupati Faida MMR
  • Bupati Faida, Targetkan 9.416 Adminduk "Rampung" Melalui Pendopo Express
  • Gus Firjaun Apresiasi Upaya Bupati Faida Soal Konsep Islam dan Pancasila KH. Ahmad Siddiq

SHARE INDONESIA MAP

VISITORS

Flag Counter

Copyright © 2019 SHARE INDONESIA. Creative By Troops Dhemits Jember TROOPS DHEMITS JEMBER