• HOME
  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • WISATA
  • SOSIAL

Welcome To Share Indonesia

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - PENYAMPAI ASPIRASI DAN MENGAWAL BIROKRASI
SHARE INDONESIA
JEMBER Share Indonesia.id - Pemerintah mewajibkan anak mulai dari lahir sampai usia 17 tahun harus memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) agar memudahkan dalam beberapa urusan hak anak.

“Supaya nanti jika ada bantuan program ini datanya mudah didapatkan,” terang Wakil Bupati Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Manfaat KIA ini untuk pemenuhan hak anak, mempermudah kepengurusan pendidikan, akses kesehatan, juga perlindungan anak.

Anak-anak ini harus dilindungi, tumbuh kembang anak harus diperhatikan. Untuk itu, anak-anak harus dibekali dengan Kartu Identitas Anak dan dilengkapi dengan akte kelahiran.

Hal itu disampaikan Wabup dalam kegiatan kelima penyerahan Beras Sejahtera Daerah, Bantuan Sarana Prasarana, dan Pemenuhan Hak Sipil Anak yang berlangsung di Ponpes Raudhatul Ulum, Sumberwringin Sukowono, Jumat, 18 Oktober 2019.

Dalam kediatan ini, KIA yang didistribusikan sebanyak 566 keping. Terdiri dari 335 keping untuk Kecamatan Kalisat, 162 keping untuk Kecamatan Sukowono, dan 69 keping untuk Sumberjambe.

Untuk Rastrada, saat ini penerima berasal dari Kecamatan Kalisat, Ledokombo, Sukowono, Mayang dan Sumberjambe.

Sedangkan bantuan pembangunan sarana prasarana yang diberikan untuk Kecamatan Sukowono, utamanya di ponpes Raudhatul Ulum Sukowono.

Sarana yang diberikan yakni peneangan jalan umum (PJU) menuju ke pesantren dan di sekitar pesantren. Ada juga bantuan air bersih, MCK, dan paving.

Dalam kesempatan ini, Wabup berharap kepada guru PAUD, TK, dan orang tua wali murid untuk segera mengkoordinir kepengurusan administrasi pendaftaran siswa-siswinya agar segera memiliki KIA.

Wabup juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan kepada keluarga terdekat, tetangga sekitar tentang informasi kepengurusan KIA. “Agar orang tua dapat segera mengurusi KIA,” imbuhnya.

Selain itu, apabila ada lansia-lansia yang belum mendapatkan bantuan apapun, segera diinformasikan ke kepala desa setempat untuk selanjutnya dapat disalurkan. (Tim*).
Lindungi Hak Anak dengan KIA
JEMBER, Share Indonesia.id - Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, mahasiswa, serta relawan yang membantu melakukan pendataan para duafa di Kabupaten Jember.

“Seluruh data itu adalah hasil pendataan dari masyarakat, relawan, dan mahasiswa yang dikirim ke pendopo,” kata Bupati, Kamis malam, 17 Oktober 2019.
Dengan data itu, Bupati menyatakan telah merealisasikan penyaluran Rastrada untuk 7.500 keluarga penerima manfaat.

“Sebanyak satu kuintal beras dibagikan dalam kurun waktu satu tahun, yang dibagikan keliling oleh Pak Wabup,” ungkap Bupati dalam Istigotsah Kebangsaan di Pendopo Wahyawibawagraha.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal menyampaikan, istighotsah ini merupakan kegiatan islamiah yang juga untuk memupuk wawasan kebangsaan.

“Kami berharap dengan adanya istighotsah dan berdoa bersama ini memberikan keamanan dan keselamatan bangsa,” harapnya.

Kapolres pun mengajak masyarakat untuk bersama menjaga persatuan dan perdamaian bangsa, khususnya Kabupaten Jember.

“Kami mengajak untuk bersama menjaga perdamaian dan persatuan bangsa. Semoga Jember ke depan makin sukses dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam istighotsah tersebut, hadri pula Rais Syuriyah PBNU KH. Afifuddin Muhajir menyampaikan ceramah tentang pentingnya istighatsah memohon pada Allah untuk keamanan, ketentraman, dan kemakmuran Indonesia, khususnya Kabupaten Jember.

Kiai Afifuddin juga menegaskan pentingnya menjaga negara ini, sampai diperbolehkan berperang. Dicontohkan, saat di Makkah selama 13 tahun, Rasulullah walaupun didhalimi, dicaci maki,  Allah melarang melakukan perang.

Tapi, setelah Rasulullah hijrah ke Madinah dan sudah ada negara Madinah, baru Allah SWT mengizinkan perang. “Tentu dalam rangka membela Negara,” ulasnya.

“Oleh karena itu, kita hidup di Negara Indonesia ini harus berbuat sesuatu yang bermanfaat pada Negara, dan jangan melakukan kemudharatan pada Negara,” pesan kiai.

Selain itu, Kiai Afifuddin juga mengingatkan bahwa menjadi pemimpin itu berat, karena kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah.

Menjadi pemimpin itu bisa menjadi jalan yang mudah menuju surga. Dalam hadist Nabi bahwa  kebijakan pemimpin yang adil satu hari seperti ibadah 60 tahun.

Sebaliknya, pemimpin akan mudah menuju neraka bila membuat kebijakan yang mudharat bagi rakyat dan negara.

Istighatsah Kebangsaan yang dihadiri Rais Syuriyah PBNU ini menunjukan harmonisasi hubungan Nahdlatul Ulama dan Pemerintah Kabupaten Jember. (Tim*).
Bupati Jember Berterima Kasih Telah Mendata Dhuafa
JEMBER, Share Indonesia.id - Dengan angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI/AKB) di Indonesia, yang khususnya di Kabupaten Jember sendiri masuk zona rapor merah, dimana angkanya masih tinggi.

Pemerintah kabupaten jember terus melakukan pengetahuan terhadap para bidan, seperti yang dilakukan sekarang, pemerintah kabupaten jember memberikan pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang berlangsung di Pusdiklat Aparatur BKPSDM kabupaten jember jl. Nusantara 16 Gor Kaliwates, Kamis (17/10/2019) pagi.

Dalam hal ini, Bupati Jember dr.Hj.Faida MMR melalui Suprapto Asisten Administrasi Pemerintah Kabupaten Jember usai membuka diklat Asuhan Persalinan Normal (APN) mengatakan, guna meningkatkan kompetensi pelayanan bagi bidan agar bisa mengurangi AKI dan AKB tersebut, Namun pelatihan yang diberikan, tanpa ada kesadaran dari masyarakat terutama ibu hamil, juga akan sia-sia.

“Pelatihan diklat untuk meningkatkan kompetensi bidan guna mengurangi angka kematian ibu dan bayi sangat diperlukan, namun peningkatan kompetensi tidak akan cukup tanpa ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri,” ujarnya

Selain itu, Suprapto menjelaskan, untuk mengurangi AKI dan AKB, Pemkab akan terus melakukan sosialisasi ke masyarakat melalaui petugas kesehatan, salah satunya bidan-bidan di desa.

“Sosialisasi untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan terus dilakukan pemkab Jember, seperti hari ini ada 20 bidan yang mengikuti diklat angkatan pertama, mereka nanti akan kita tugaskan juga untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara terus menerus,” imbuhnya.

Sementara Diyah Kusworini Plt. Kepala Dinas Kesehatan Jember, dalam kesempatan tersebut mengatakan, Diklat ini cukup penting mengingat APN berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayi melalui berbagai upaya terintegrasi.

“Dengan adanya diklat APN ini, ada beberapa hal yang mampu meningkatkan kompetensi peserta karena akan menambah keahlian dalam berbagai keterampilan terkait tindakan yang harus dilakukan dalam persalinan,” ujar Diyah.

Selain itu, dengan Diklat, mereka juga bisa membentuk tim persalinan yang berkeahlian dan handal dalam persalinan dan memiliki konsep tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi. Dalam diklat ini diberlakukan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, mendiskusikan proses dan hasil latihan dan metode pembelajaran lainnya. (Amin).

Pemkab Jember Gelar Diklat Untuk Meningkatkan Kompetensi Bidan
JEMBER, Share Indonesia.id - Dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah-tengah masyarakat yang plural membutuhkan kesediaan untuk menyampaikan pertanyaan dan memberikan klarifikasi. Komunikasi pun menjadi kunci berkehidupan yang damai.

Setidaknya itu yang menjadi poin penting pernyataan dari Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief saat menghadiri acara Silaturahmi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Kantor Kementerian Agama Jember, Kamis, 17 Oktober 2019.

Silaturahmi itu sendiri digelar oleh Kantor Kemenag Jember sebagai respon munculnya problem kehidupan beragama di masyarakat Desa Sumberjati, Kecamatan Silo beberapa waktu lalu. “(Persoalan) ini adalah sebuah dinamika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang sangat pluralistik,” terang Wabup.

Pertemuan yang melibatkan semua unsur pemuka agama yang terkait problem tersebut patut disyukuri. Pada momen ini secara bersama-sama bersedia untuk menyampaikan pertanyaan dan memberikan klarifikasi.

“Ini menjadi suatu yang sangat penting, ketika sudah diklarifikasi, alhamdulillah, semuanya bisa menerima,” tutur Wabup, yang juga pengasuh Ponpes Al Falah Silo ini.

Mau bertanya dan memberi klarifikasi adalah pola musyawarah. Musyawarah sendiri merupakan tradisi yang baik.  “Sekecil apapun masalah yang terjadi di tengah masyarakat kemudian berkumpul semacam ini,” tandas Wabup.

Selain bersedia bertanya dan memberikan klarifikasi, perlu juga membangun komunikasi dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara, maupun beragama.

Membangun komunikasi ini penting di tengah masyarakat dengan kondisi mudah tersulut emosinya. “Mengadakan kegiatan bakti sosial sekalipun, ternyata niat yang baik saja tidak cukup,” ungkapnya.

Komunikasi  yang baik merupakan jembatan mengambil langkah-langkah lanjutan dalam berkegiatan keagamaan di tengah-tengah masyarakat.

Wabup juga berpesan agar masyarakat menahan diri dalam menyebarkan informasi yang sekiranya menyebabkan perpecahan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sebisa mungkin jangan disebarkan kepada masyarakat awam dulu, karena masyarakat kita itu bisa dikatakan seperti rumput kering. Jangankan dibakar, dikasih putung rokok saja bisa terbakar,” ujarnya.

Karena itu, apabila ada sesuatu yang akan memecah kehidupan berbangsa dan bernegara perlu dikomunikasikan di tingkat elit. “Tanyakan kepada pihak yang berkompeten. Setelah segala sesuatunya jelas baru kita komentar, insya Allah itu akan lebih bijaksana,” terangnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, H. Muhammad, S.Sos., M.Pd.I, mengajak semua pihak untuk menjaga stabilitas, perdamaian, persatuan, dan persaudaraan, serta menjaga kondusifitas Kabupaten Jember.

“Mari kita buka hati kita, bahwa kita harus duduk berdampingan selama tidak ada yang menggangu, dan menjaga keyakinan kita,” ajaknya.

Kepala Kantor  Kemenag  Jember juga mengajak masyarakat untuk hidup rukun. “Rukun dalam arti kemanusiaan, saling menghormati dan menghargai dengan pemeluk agama yang lain,” tutupnya. (Tim*).
Dinamika Pluralistik, Syukuri Kesediaan Sampaikan Pertanyaan dan Klarifikasi
JEMBER, Share Indonesia.id - 161 kepala desa di Jember yang terpilih pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak pada September lalu, telah tidak lama lagi akan dilantik oleh Bupati Jember, pelantikan ini sendiri akan dilakukan dua tahap, yakni pelantikan tahap pertama akan digelar pada 23 Oktober mendatang, dan sisanya 15 desa akan dilantik pada bulan Desember.

“Pelantikan kades terpilih akan dilakukan dua tahap, dimana tahap pertama yang akan dilantik adalah kades yang masa kerjanya sudah habis pada bulan Juli lalu, dan sisanya sekitar 15 kepala desa terpilih akan dilantik pada bulan Desember,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Untuk mensukseskan pelantikan kepala desa terpilih, Bupati juga sudah melakukan koordinasi dengan jajaran Forpimda, seperti Kapolres dan Dandim 0824 Jember, menyangkut hal-hal yang bersifat teknis, seperti adanya 1 kepala desa yang meninggal dan juga adanya ketidak puasan calon kepala desa di 14 desa.

Terkait dengan masalah di 14 desa itu, Bupati mengatakan, secara prosedural administrasi pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2019 telah selesai dan berjalan sesuai mekanisme dan prosedur yang ada.

“Namun ini hak masyarakat. Hak calon untuk mengajukan gugatan melalui prosedur hukum, dan ini kami hargai dan fasilitasi. Semua akan ditindaklanjuti, karena memang tugas kami untuk melayani,” terangnya.

Bupati menjelaskan, koordinasi dengan jajaran Forpimda, bertujuan untuk memastikan bahwa pelantikan kades terpilih tidak menyisakan masalah. Pelaksanaan pelantikan disiapkan tanggal 23 Oktober 2019.

“Akan ditindaklanjuti hal-hal yang menjadi hasil koordinasi ini, termasuk dengan Pengadilan Negeri untuk memproses gugatan-gugatan tersebut secara prosedural,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, untuk pelaksanaan pelantikan nantinya dipastikan berjalan lancar, tertib, aman, dan kondusif, dengan pengamanan-pengamanan yang telah disiapkan Polres Jember.

“Diharapkan yang hadir dalam pelantikan sesuai dengan undangan saja. Tidak perlu membawa massa, supaya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dandim 0824 Letkol Inf La Ode M Nurdin, mantan Komandan Yonif Raidar 509 Jember ini menyatakan kesiapannya dalam menjaga kondusifitas pelaksanaan pelantikan kades terpilih. “Kami siap untuk bekerjasama dalam menjaga kondusifitas pelaksanaan pelantikan kades,” tegasnya.

Dandim juga mengimbau agar para muspika membantu menjaga wilayahnya masing-masing. Para kades terpilih juga diimbau untuk tidak membawa massa di tempat pelantikan nanti. “Supaya tidak ada gesekan-gesekan, yang akan menimbulkan masalah,” pungkasnya (Amin)

Jelang Pelantikan Kades Terpilih, Bupati Jember Gelar Koordinasi Dengan Forpimda
JEMBER, Share Indonesia.id - Juara, sepertinya sudah melekat pada stand pameran Pemerintah Kabupaten Jember. Sebab, setiap kali ikut pameran, bisa dipastikan menjadi juara.

Dan, untuk kesekian kalinya, stand Pemkab Jember meraih juara 1 dalam pameran Jatim Fair yang diikuti 540 stand dari dalam maupun luar negeri.

“Sejak awal tanda-tanda kemenangan Pemkab Jember sudah terlihat,” ujar Kabag Perekonomian Pemkab Jember Slamet Sugianto melalui telepon seluler, Senin, 14 Oktober 2019.

Sejak dibuka tanggal 8 Oktober 2019 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya, stand pameran Jember sudah menjadi perhatian pengunjung pameran terbesar di Indonesia timur ini.

Banyaknya peserta pameran dari daerah lain yang berkunjung ke stand Jember dan studi banding. Beragam produk ditawarkan, hingga pameran Pemkab Jember selalu ramai pengunjung.

Bahkan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak bersama istri Arumi Bachsin mengunjungi dan mencicipi produk yang di tawarkan stand Pemkab Jember.

Kunjungannya itu dilakukan setelah membuka pameran Jatim Fair bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pameran ini berakhir Minggu malam, 13 Oktober 2019. Kabupaten Jember pun diumumkan keluar sebagai juara.

Tak hanya mengumumkan juara, Jember rupanya juga diakui mampu memikat hati penyelenggara dengan inovasi yang menginspirasi daerah lain.

Seringnya Jember meraih juara, lanjut Slamet, tak lepas dari perhatian dan arahan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. Ini tentu saja liner dengan 22 Janji Kerja Bupati – Wakil Bupati.

“Selain juara, target lainnya, kami mengoptimalkan upaya pemasaran produk lokal yang digerakkan masyarakat Jember,” jelasnya.

Dengan demikian, pegiat UMKM di Jember berkesempatan lebih untuk meraih pasar nasional dan internasional. Ini karena Pemkab Jember memberi perhatian konkrit terhadap sederet pameran yang diikuti.

Salah satu buktinya, banyak pelaku industri yang datang ke stand Jember karena ingin memasarkan produk Jember ke mancanegara.

“Sebagian anggota pameran stand Jember adalah pegiat UMKM. Kami gilir sesuai perintah Ibu Bupati. Seperti pameran saat ini, kami membawa empat pegiat UMKM, yang sangat senang karena produk yang dibawanya habis di hari pertama sampai – sampai mengirimkan produknya lagi dari jember,” pungkasnya.(tim*).
Kesekian Kalinya, Stand Pemkab Jember Raih Juara Dalam Pameran Jatim Fair 2019
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

WELCOME TO SHARE INDONESIA

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - BERSAMA MENGAWAL BIROKRASI

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

FANS PAGE FACEBOOK

Trending Post

Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung Penyebaran Virus Corona Patut Diapresiasi

JEMBER, Share Indonesia.id - Kebijakan pemerintah desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul Jember, dalam mengisolasi warganya yang mudik dari ...

Categories

  • BUDAYA
  • EKONOMI
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • PENGUMUMAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Recent Posts

Website Archive

  • ▼  2020 (28)
    • ▼  April (3)
      • Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung ...
      • 2 Pemudik Zona Merah Masuk Isolasi JSG
      • DAMPAK CORONA: Ringankan Beban Sesama, Komunitas ...
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2019 (411)
    • ►  Desember (33)
    • ►  November (32)
    • ►  Oktober (32)
    • ►  September (33)
    • ►  Agustus (33)
    • ►  Juli (36)
    • ►  Juni (32)
    • ►  Mei (35)
    • ►  April (39)
    • ►  Maret (42)
    • ►  Februari (30)
    • ►  Januari (34)
  • ►  2018 (174)
    • ►  Desember (10)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (126)
    • ►  Februari (22)
  • ►  2017 (528)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (16)
    • ►  Agustus (66)
    • ►  Juli (64)
    • ►  Juni (64)
    • ►  Mei (73)
    • ►  April (53)
    • ►  Maret (72)
    • ►  Februari (64)
    • ►  Januari (55)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Maret (1)

VISITOR WEBSITE

Flag Counter

Halaman Website

  • HOME
  • MEDIA CYBER
  • PUBLIK SERVICE
Solidaritas Jember. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Popular Post

  • Ratusan GTT di Jember, Terima SP Serta THR Yang Serahkan langsung oleh Bupati Faida MMR
  • Bupati Faida, Targetkan 9.416 Adminduk "Rampung" Melalui Pendopo Express
  • Gus Firjaun Apresiasi Upaya Bupati Faida Soal Konsep Islam dan Pancasila KH. Ahmad Siddiq

SHARE INDONESIA MAP

VISITORS

Flag Counter

Copyright © 2019 SHARE INDONESIA. Creative By Troops Dhemits Jember TROOPS DHEMITS JEMBER