• HOME
  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • WISATA
  • SOSIAL

Welcome To Share Indonesia

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - PENYAMPAI ASPIRASI DAN MENGAWAL BIROKRASI
SHARE INDONESIA
JEMBER, Share Indonesia.id - Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief, menyerahkan 5600 asuransi untuk nelayan pantai pesisir selatan meliputi Puger, Ambulu dan Gumukmas, selain asuransi, 100 nelayan asal Puger juga menerima sertifikat tanah yang diberikan oleh Pemkab Jember.

“Di Jember ada 13 ribu lebih nelayan, namun tidak semua terdata di kami, namun hari ini kami memberikan kepada 5600 nelayan dari tiga kecamatan, mereka berhak menerima asuransi, karena pekerjaan mereka sangat beresiko, dimana kita tahu tidak sedikit kecelakaan laut yang menimpa para nelayan,” ujar Wakil Bupati Jember kepada sejumlah wartawan.Sabtu (7/12/2019).

Pemberian asuransi ini, menurut Wakil Bupati Jember, merupakan realisasi 22 program kerja dalam memberikan perlindungan terhadap nelayan. “Dengan diberikannya asuransi ini, saya berharap, disaat nelayan mengalami musibah, bisa membantu keluarganya, namun saya berharap nelayan selalu diberi keselamatan saat bekerja dan tidak ada musibah lagi,” beber Wabup.

Untuk 100 nelayan yang telah menerima sertifikat tanahnya, Wabup berharap, agar dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, karena memiliki sertifikat sebagai bentuk hak atas tanah, sehingga menjadi kekuatan hukum tetap.

“Dengan adanya sertifikat ini, saya ingin nelayan bisa memanfaatkan sebaik-baiknya, dan memberikan jaminan hukum atas tanahnya, selain itu, jika nanti mengalami kesulitan ekonomi, setidaknya sertifikat ini bisa digunakan dengan memiliki nilai yang lebih, dibanding dokumen lainnya,” ujar Wabup.

Dalam waktu dekat, Wabup juga menyampaikan, Pemkab Jember akan membagikan ribuan pelampung kepada nelayan, sebagai alat untuk keselamatan selama mencari ikan. “Pemerintah harus memberikan perlindungan nelayannya, karena nelayan sudah membantu memenuhi gizi bagi warga lain di Kabupaten Jember,” pungkas Wabup. (Amin).
5.600 Asuransi Diserahkan Langsung Oleh Wabup Muqit
JEMBER, Share Indonesia.id - “Hari ini anak-anak bikin acara Pesona Mutiara Nusantara,” kata  Bupati Jember, dr. Faida, MMR., di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Maria Fatima III.

“Artinya, mereka mempunyai visi bahwa kegiatan ini akan menjadi suatu miniatur nusantara kita,” imbuhnya, Sabtu, 07 Desember 2019.

Pesona Mutiara Nusantara dihelat oleh siswa-siswi SDK Maria Fatima III, menampilkan beragam tampilan seni dan budaya.

Selain dari Jember, siswa-siwa yang terlibat juga berasal dari Kabupaten Banyuwangi, Probolinggo dan Bondowoso.

Bagi bupati, kegiatan ini adalah kegiatan yang bertujuan untuk menyatukan nusantara melalui budaya. “Mereka kasih tajuk mutiara, karena mereka sadar banyak mutiara di sekolah yang perlu diasah, bahkan seni dan budayanya,”  ujar bupati.

Bupati berpesan kepada anak-anak SDK Maria Fatima III untuk menjadi diri sendiri, menjadi anak Indonesia yang bhineka tunggal ika dan Pancasila. “Biarkan perbedaan itu menjadikan kita hebat, kuat, dan luar biasa. Indonesia memang negara kesatuan, dan anak-anak harus menjaganya,”  pesannya.

Dalam Pesona Mutiara Nusantara ini, banyak ditampilkan kebolehannya. Bahkan tampak bupati turut ikut menari flashmob bersama siswa siswi. “Mereka anak-anak yang hebat, maka kita akan support,” tegasnya.

Pelaksanaan kegiatan yang cukup meriah itu membuat bupati berharap Pesona Mutiara Nusantara ini bisa terpilih menjadi sepuluh kegiatan terbaik di Kabupaten Jember.

Dengan masuk sebagai sepuluh kegiatan terbaik, maka Pesona Mutiara Nusantara akan menjadi kegiatan rutin tahunan yang dibiayai pemerintah. “Kita dorong anak-anak, karena merekalah masa depan kita,” ungkapnya.

Bupati juga mengapresiasi panitia kegiatan ini yang menginisiasi kegiatan ini. Bahkan mampu mengikutsertakan kabupaten lain, seperti Banyuwangi, Probolinggo, Probolinggo dan Bondowoso. (tim*).

Pesona Mutiara Nusantara
JEMBER, Share Indonesia.id - Pemerintah Kabupaten Jember untuk pertama kalinya menggelar Musabaqoh Tilawatil Qur’an bagi penyandang Tunanetra se-Jawa Timur, ada 26 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur yang mengikuti kegiatan ini, dimana Panitia menyiapkan hadiah sebesar 48 juta, Kegiatan ini sendiri digelar mulai 6 Desember kemarin hingga 8 Desember mendatang.

“Ini merupakan musabaqoh tilawatil Qur’an pertama kali yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, selain untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap Al Quran, lomba ini juga sebagai bentuk perhatian khusus tergadap penyandang tunanetra,” kata wabup KH. Abdul Muqit Arief kepada wartawan.

Ada dua kategori lomba. Yakni musabaqoh tilawatil Qur’an dan musabaqoh hifddzil Qur’an. Dua lomba ini tebagi dalam kelompok putra dan putri.

MTQ ini, lanjut wabup, merupakan rangkaian dari peringatan Hari Santri ke-5 yang telah diselenggarakan sejak beberapa waktu lalu. “Semoga MTQ ini semakin mengukuhkan Jember menjadi kabupaten yang religius,” harap wabup. “Dan, semakin maraknya MTQ, masyaraka Jember semakin kondusif,” imbuhnya.

Wabup berharap dengan barokah Al-Qur’an masyarakat Jember semakin kondusif, terutama menjelang memasuki kondisi politik pemilihan kepala daerah.

Sementara Kepala Bagian Bina Mental Sekretariat Kabupaten Jember, Bambang Saputro, menambahkan, peserta yang mendaftar sebanyak 26 orang. Peserta dan pendamping mendapatkan berbagai fasilitas yang disediakan oleh panitia. “Kami sediakan penginapan di Balai Diklat, termasuk konsumsi selama pagelaran mulai pagi hingga malam,” pungkasnya. (Amin).
Pertama Kalinya Pemkab Jember Gelar MTQ
JEMBER, Share Indonesia.id - Kepedulian terhadap Palang Merah Indonesia (PMI), terutama Pemerintah Daerah selaku pembina PMI, sejauh ini cenderung stagnasi, hal ini disampaikan ketua PMI Pusat bidang Relawan HM. Muas saat menghadiri acara Dialog Nasional yang diselenggarakan PMI Jember Jumat (6/12/2019).

Menurut Muas, PMI merupakan lembaga yang sifatnya netral dan bukan lembaga politik, namun dalam perjalannya, keberadaan PMI tidak lepas dari peran Pemerintah daerah itu sendiri, karena posisi mulai dari tingkat Kecamatan, Bupati, Gubernur dan Presiden adalah pembina di PMI.

“Pemerintah mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati hingga pak camat, adalah pembina di organisasi PMI, namun kepedulian pemerintah daerah terhadap PMI cenderung stagnasi, memang PMI tidak boleh minta dana di APBD maupun APBN, tapi di UU menjelaskan bahwa Pemerintah boleh menganggarkan PMI melalui APBD dan APBN,” beber Muas.

Imam Utomo, ketua PMI Jawa Timur, yang juga hadir pada acara yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha mengatakan, bahwa di Jawa Timur dari 38 kabupaten, kepala daerah yang peduli terhadap PMI masih belum semuanya, namun kepala daerah yang begitu peduli terhadap PMI tetap ada, salah satunya kabupaten Jember.

“Kepedulian Pemerintah Kabupaten Jember terhadap PMI sangat bagus, bahkan PMI Jatim ketika ditugaskan untuk membantu bencana di daerah lain, kami lebih banyak menugaskan PMI Jember dalam aksi-aksi sosial, hal ini tidak lepas support yang diberikan Bupati Jember terhadap PMI sangat luar biasa,” ujar mantan Gubernur Jatim kepada sejumlah wartawan.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR yang ikut membuka acara dialog nasional, dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa tugas kepala daerah terhadap PMI ada 3 yakni pengaturan, pembinaan, pengawasan dan pendanaan, hal ini sudah diatur dalam UU nomor 36 tahun 2009 maupun Peraturan Pemerintah (PP) nomor 7 tahun 2011.

“Tugas kami selaku kepala daerah, adalah memberikan layanan terbaik, hubungan antara PMI dan Pemkab Jember, selama ini dalam bersinergi juga terjalin baik, bahkan saat memberikan bantuan gempa Lombok beberapa waktu lalu, saya juga ikut mendampingi saat memberikan bantuan,” pungkas Bupati yang juga pernah menjadi pengurus PMI Cabang Jember sebelum menjabat sebagai Bupati.(Amin).
Bupati Faida : Tugas kami selaku kepala daerah, adalah memberikan layanan terbaik
JEMBER, Share Indonesia.id - Menghadapi tutup tahun 2019 Satgas Pangan Kabupaten Jember yang terdiri dari Kepolisian, Kejaksaan, Dinas ketahanan pangan dan peternakan, Dinas tanaman pangan holtikultura dan perkebunan, Dinas perindustrian dan perdagangan, abulog dan Biro Pusat Statistik, bulan ini merencanakan akan melakukan sidak ke beberapa pasar tradisional yang ada di Jember.

Sidak dilakukan untuk memantau ketersediaan pangan dan harga  sembako di pasaran.
"Sidak ini merupakan agenda tahununan rutin Satgas Pangan Kabupaten Jember, terutama saat mendekati perayaan hari besar agama seperti lebaran dan natal." ujar Ir.Muhammad Mui, Kasi Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember. Jum'at (06/12/2019).

Mui menyebutkan, biasanya saat mendekati lebaran dan natal, harga sembako terus bergerak naik, karena itu Satgas Pangan Jember berusaha untuk menyetabilkan harga agar tidak terjadi kepanikan masyarakat.

"Di bulan ini Satgas Pangan Kabupaten Jember akan turun ke pasar tradisional, seperti Pasar Tanjung, Kreongan, Wirolegi, Mangli dan Tegalbesar."jelas Mui.

Refi pedagang ayam di Pasar Tanjung mengatakan, memang semenjak awal Desember ini harga ayam boiler atau potong cenderung mengalami kenaikan.

"Harga ayam potong semula Rp.30.000 kini harganya melonjak setiap hari ada kenaikan Rp.1000, hal ini dikarenakan karena permintaan masyarakat akan kebutuhan ayam potong cukup tinggi."kata Refi.

Hal yang sama juga disampaikan Bu Rudi, pedagang telur ayam di Pasar Tanjung, ia menegaskan harga telur mengalami hal yang sama, awalnya harga telur ayam dari Rp.22.000 per Kg, sampai hari ini harganya Rp.22.500. (Tim*)
Tim Satgas Pangan Kabupaten Jember Rencanakan Sidak Pasar Tradisional
JEMBER, Share Indonesia.id - Bupati Jember, dr. Faida, MMR., menyebut terjadi peningkatan investasi lebih dari 600 persen di Kabupaten Jember.

Peningkatan investasi mencerminkan situasi di Bumi Pandhalungan ini yang cukup. Menurut bupati, ini berkat peran semua pihak.

“Forkopimda menjaga, kita memudahkan dan mempercepat, dan ke depan kita terus perbaiki lagi,” kata bupati, Jum’at, 06 Desember 2019.

Hal ini disampaikan oleh bupati dalam acara Soft Opening Jember Town Square yang berada di Kaliurang, Kecamatan Sumbersari.

Pada kesempatan itu, bupati juga menegaskan akan meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, dengan menyiapkan aplikasi.
Dengan aplikasi ini nantinya para pemohon izin bisa memantau sejauh mana tahapan proses  perizinan yang dimohonnya. “Pelayanan ini akan terus ditingkatkan, karena izin adalah sebagai suatu dukungan bukan syarat,” terang bupati.

Tentang Jember Town Square, bupati menyebut pihak manajemen memenuhi komitmen terhadap Pemerintah Kabupaten Jember.

Komitmen tersebut diantaranya membangun akses untuk difabel. Juga membuat yang menjual produk lokal Jember.

Dukungan pemerintah, lanjut bupati, telah diberikan sejak awal kepada manajemen Town Square, hingga pengurusan izin. “Kami kawal perizinannya. Apalagi anak muda yang berinvestasi, karena merekalah nanti yang akan meneruskan pembangunan di Indonesia,” ujar bupati.

Kehadiran Jember Town Square menjadi kebanggaan tersendiri, menjadi satu ikon baru yaitu hunian bergaya apartemen yang pertama kali di Jember.

Hunian yang menjadi alternatif di Jember ini memiliki 220 unit, dan sudah terjual 200. “Ini sangat luar biasa. Ini menjadi suatu hunian alternatif yang membuat penghuninya nyaman,” ucapnya.

Jember Town Square ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi lingkungan dan perekonomian di Kabupaten Jember. (Tim*).
Investasi Di Jember Meningkat 600 Persen
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

WELCOME TO SHARE INDONESIA

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - BERSAMA MENGAWAL BIROKRASI

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

FANS PAGE FACEBOOK

Trending Post

Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung Penyebaran Virus Corona Patut Diapresiasi

JEMBER, Share Indonesia.id - Kebijakan pemerintah desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul Jember, dalam mengisolasi warganya yang mudik dari ...

Categories

  • BUDAYA
  • EKONOMI
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • PENGUMUMAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Recent Posts

Website Archive

  • ▼  2020 (28)
    • ▼  April (3)
      • Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung ...
      • 2 Pemudik Zona Merah Masuk Isolasi JSG
      • DAMPAK CORONA: Ringankan Beban Sesama, Komunitas ...
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2019 (411)
    • ►  Desember (33)
    • ►  November (32)
    • ►  Oktober (32)
    • ►  September (33)
    • ►  Agustus (33)
    • ►  Juli (36)
    • ►  Juni (32)
    • ►  Mei (35)
    • ►  April (39)
    • ►  Maret (42)
    • ►  Februari (30)
    • ►  Januari (34)
  • ►  2018 (174)
    • ►  Desember (10)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (126)
    • ►  Februari (22)
  • ►  2017 (528)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (16)
    • ►  Agustus (66)
    • ►  Juli (64)
    • ►  Juni (64)
    • ►  Mei (73)
    • ►  April (53)
    • ►  Maret (72)
    • ►  Februari (64)
    • ►  Januari (55)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Maret (1)

VISITOR WEBSITE

Flag Counter

Halaman Website

  • HOME
  • MEDIA CYBER
  • PUBLIK SERVICE
Solidaritas Jember. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Popular Post

  • Ratusan GTT di Jember, Terima SP Serta THR Yang Serahkan langsung oleh Bupati Faida MMR
  • Bupati Faida, Targetkan 9.416 Adminduk "Rampung" Melalui Pendopo Express
  • Gus Firjaun Apresiasi Upaya Bupati Faida Soal Konsep Islam dan Pancasila KH. Ahmad Siddiq

SHARE INDONESIA MAP

VISITORS

Flag Counter

Copyright © 2019 SHARE INDONESIA. Creative By Troops Dhemits Jember TROOPS DHEMITS JEMBER