• HOME
  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • WISATA
  • SOSIAL

Welcome To Share Indonesia

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - PENYAMPAI ASPIRASI DAN MENGAWAL BIROKRASI
SHARE INDONESIA

banner post produk lokal jemberr
Dalam rangka pencanangan Gerakan Cinta Produk Lokal, sekaligus sebagai wujud bela negara, maka dihimbau kepada masyarakat Jember untuk segera mendaftarkan hasil produk usaha anda ke Kantor Pemkab Jember, cq. Bagian Ekonomi, Jl. Sudarman No. 01 Jember. Hp. 0811-3577-080. Sambil membawa contoh produk
 
(Sumber :https://jemberkab.go.id/himbauan-pendaftaran-hasil-produk-lokal-ke-kantor-pemkab-jember/)
HIMBAUAN PENDAFTARAN HASIL PRODUK LOKAL KE KANTOR PEMKAB JEMBER


Letkol Moch.Sroedji /jemberpost

Moch. Sroedji adalah putra dari pasangan Bapak H. Hasan dan Ibu Hj. Amni. Sroedji dilahirkan di Bangkalan-Madura, pada 1 Februari 1915. Istri Sroedji bernama Hj. Mas Roro Rukmini, yang lahir dari pasangan Mas Tajib Nitisasmito dan Siti Mariyam. Dari perkawinan tersebut terlahir 4 orang anak, diantaranya Drs. H. Sucahjo, Drs. H Supomo, Sudi Astuti, Pudji Redjeki Irawati
Pendidikan
Moch. Sroedji bersekolah di Hollands Indische School atau lebih dikenal dengan HIS. Kemudian menimba ilmu di Ambacts Leergang. Ambacts Leergang adalah semacam sekolah pertukangan. Pemerintah Belanda sengaja mendirikan sekolah-sekolah kejuruan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Diharapkan, alumni sekolah jenis ini dapat langsung memperoleh pekerjaan sesuai dengan bidangnya.
Bidang pertukangan dibagi menjadi dua. Yang pertama, Ambacthsshool. Sekolah ini menerima lulusan dari HIS, HCS, dan sekolah Peralihan. Berikutnya, Ambachts Leergang, yang menerima lulusan Sekolah Bumiputra Kelas Dua dan vervolgschool. Keduanya memiliki masa pendidikan 3 tahun. Ambachts leergang mencetak tukang listrik, mebel, dan lain-lain, sedangkan Ambacthsshool mencetak mandornya.  Moch. Sroedji menempuh pendidikan di Ambachts leergang.
Sesudah menjalani masa pendidikan formal, pada tahun 1938 sampai tahun 1943, Moch. Sroedji bekerja sebagai Pegawai Jawatan Kesehatan sebagai Mantri Malaria di RS Kreongan Jember (kini menjadi RS Paru).
Karir Moch. Sroedji di Bidang Militer
Moch. Sroedji memulai karir militernya di Jember pada akhir tahun 1943. Semula pangkatnya adalah komandan kompi alias Chuudanchoo (Chuu: menengah, Danchoo: pimpinan/perwira) di Peta Besuki. Jabatan sebagai komandan kompi ia dapat setelah mengikuti Pendidikan Perwira Tentara PETA angkatan I di Bogor (sengkatan dengan Ahmad yani dan Soeharto-sumber sang patriot-red). Begitu lulus PETA, ia ditugaskan sebagai komandan kompi untuk Karesidenan Besuki – Batalyon 1 Kencong – Jember di bawah Daidancho Soewito Soediro.
Moch. Sroedji juga turut berperan aktif dalam memelopori terbentuknya BKR dan TKR untuk wilayah Karesidenan Besuki. Pada bulan September 1945 sampai dengan Desember 1946, ia berturut-turut dilantik sebagai Komandan Batalyon 1 Resimen IV Divisi VII TKR yang berdomisili di wilayah Kencong, Jember.
Renville
Dengan –dianggap– berakhirnya pemberontakan PKI, pimpinan Angkatan Perang negeri ini mulai memikirkan kembali kemungkinan serangan militer Belanda. Gejala akan datangnya serangan Belanda telah nampak. Belanda mangkir dari isi kesepakatan perjanjian Renville.
Perundingan Renville dimulai pada tanggal 8 Desember 1947, dan kesepakatannya ditandatangani pada 17 Januari 1948. Intinya, perjanjian tersebut memuat tiga poin.
1. Belanda hanya mengakui Jawa tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian wilayah Republik Indonesia
2. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda
3. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah selain yang disebutkan di poin satu.
Sebagai hasil Persetujuan Renville, pihak Republik harus mengosongkan wilayah-wilayah yang dikuasai TNI. Perjanjian Renville banyak ditentang rakyat. Indonesia kacau, dan sejarah mencatatnya.
Jika saja Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman (yang kala itu sedang sakit) tidak memiliki kewibawaan yang besar, mungkin banyak para pejuang yang menentangnya. Hijrah, itulah yang akhirnya ditempuh oleh para pejuang. Tidak terkecuali dengan pejuang Jember.
Terhitung sejak Januari 1948, hijrah massal mulai dilaksanakan. Di beberapa tempat (batas wilayah Indonesia sesuai hasil perjanjian Renville) sudah ada panitia yang mengatur dan mendistribusikan jalannya hijrah.
Antara Mei 1948 hingga Oktober 1948, Moch. Sroedji menjadi Komandan Resimen 40 Damarwoelan pada Divisi VIII. Pada tanggal 25 Oktober 1948, sesuai hasil keputusan Menteri Pertahanan RI. No. A/532/42, Resimen 40 Damarwoelan dilebur dan dirubah namanya menjadi Brigade III Damarwoelan Divisi I T.N.I. Jawa Timur.
Survive di Blitar
Tempat pengungsian pasukan Damarwoelan terpencar di berbagai daerah. Namun kemudian dapat disatukan di Blitar. Mereka mengungsi lebih dari 3 bulan. Kesemuanya diurus panitia. Waktu terus bergulir, beban konsumsi dan akomodasi seluruh anggota resimen semakin membengkak. Pada akhirnya, kesemua itu ditanggung oleh Komandan Sroedji.
Wingate Action
Brigade III Damarwoelan Divisi I T.N.I. Jawa Timur mengadakan Wingate Action (dari daerah Blitar ke daerah Besuki) menuju jalur Lumajang – Klakah – Jember – Banyuwangi. Wingate Action tersebut berlangsung selama 51 hari. Menempuh perjalanan panjang, dengan jarak sekitar 500 km.
Sepanjang perjalanan, Brigade Brigade III Damarwoelan Divisi I T.N.I. Jawa Timur mengalami banyak pertempuran. Puncak pertempuran terjadi pada 8 Februari 1949 di Desa Karangkedawung, Mumbulsari, Jember. Letkol Moch. Sroedji gugur di medan perang, setelah berhari-hari bertahan dari gempuran dan kejaran pihak Belanda. Jenasah Letkol Moch. Sroedji dikebumikan di Pemakaman Umum Kreongan. Sementara di bekas wilayah pertempuran dibangun sebuah monumen untuk memperingati apa yang telah terjadi pada 8 Februari 1949.
Letkol Moch. Sroedji di Mata Kita
Ketika melintas di alun-alun kota Jember, tepatnya di depan kantor Pemkab Jember, terdapat sebuah patung yang menjulang tinggi. Patung tersebut mewakili sosok pejuang lokal Jember yang namanya dijadikan nama jalan di wilayah kota. Letkol Moch. Sroedji. Patung tersebut merupakan salah satu simbol perjuangan Jember saat mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan Kolonial Belanda. Ia merupakan patriot lokal yang belum banyak didengungkan dalam bangku sekolah. Banyak anak-anak di Jember tidak tahu, siapa sosok yang dijadikan patung di pelataran Pemkab Jember tersebut. Masih sedikit sekali pelajaran sejarah yang membahas tentang perjuangan beliau secara khusus.
Dalam sudut pandang penulisan sejarah baru di Indonesia, definisi pahlawan tidak harus orang-orang besar yang harus memberi pengaruh dalam skala nasional. Dalam tingkat kota sampai desa, seseorang yang berjuang demi kepentingan bersama bisa disebut pahlawan. Keberadaan patung  Letkol Moch. Sroedji bisa dijadikan pemantik rasa ingin tahu untuk mengenalnya lebih jauh. Mengenal kisah-kisah perjuangannya dan kemudian membawa semangatnya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ada banyak sudut pandang yang bisa kita kupas mengenai sosok pahlawan lokal kita yang satu ini. Perjuangannya, kepemimpinannya, rasa nasionalismenya yang kuat dan juga kesetiaannya dalam membela tanah air. Bagaimanakah sosok letkol Moch. Sroedji di mata kita? Di mata masyarakat Jember pada khususnya? Mari berbagi bersama kami. (tim/sal)

(Sumber :http://www.jemberpost.com/pendidikan/tokoh-prestasi/sekilas-sejarah-letkol-moch-sroedji/ )
SEKILAS SEJARAH LETKOL. MOCH SROEDJI
Foto Iwan Joyo Suprapto.
Dulunya lokasi Air Terjun Anjasmoro sangat terisolasi, kotor dan ditumbuhi banyak tumbuhan liar, namun berkat ketekunan pemuda desa Sumbersalak kini mereka bergotong royong untuk membersihkannya dan perlahan-lahan potensi atraksi alam yang satu ini mulai naik daun.!
Terletak di pelosok Desa tepatnya di desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo kabupaten Jember. Atau tepatnya 30 km ke arah timur dari pusat kota Jember Anda akan dibuat terpukau oleh pemandangan tersebut tak hanya satu melainkan dua buah air terjun dan menjadi tirai air di dinding Batu Cadas.
Disekeliling Air Terjun tersebut terselimut pepohonan Bambu yang hijau serta terdapat banyak sumber mata air. Yang salah satunya adalan Sumber Air mata Kencana Wungu


PESONA ALAM AIR TERJUN ANJASMORO JEMBER


Foto Satpolpp Kabupaten Jember.



Foto Satpolpp Kabupaten Jember.


Sabtu malam, 11 Februari 2017, #PolppJember melakukan operasi penertiban prostitusi liar dan tindak asusila secara mendadak. Kali ini sasarannya adalah hotel di wilayah Sumbersari.
Dalam operasi yg dimulai pukul 19.30 WIB itu, 8 pasangan yg bukan merupakan pasangan resmi, berikut sepasang gay atau lelaki penyuka sesama jenis, terjaring.
Mereka kemudian dibina dan diberi peringatan untuk tidak mengulangi perbuatan asusilanya, tindakan akhir adalah pengembalian kepada keluarga.
Ayo, kami mengajak masyarakat bersinergi menjaga ketertiban lingkungan. Perbuatan asusila juga berisiko meningkatkan penyebaran HIV/AIDS. Selamatkan diri kita dan keluarga
OPERASI TINDAK ASUSILA, PASANGAN GAY KENA CIDUK
berita terkini

JEMBER, (suarajatimpost.com) - Sebut saja Dadang (Nama samaran) warga Puger mengakui bahwa Perumahan Land Consolidation (LC) di Desa Puger Kulon Kecamatan Puger sering dibuat tempat mesum.
Diakuinya, dirinya bersama teman dengan pasangannya sering menempati perumahan yang tak kunjung selesai tersebut, karena dianggap sebagai zona nyaman bermesraan.
"Aman di sini, tidak ada yang ganggu, jauh dari hunian masyarakat. Selain itu juga dekat dengan pantai dan jalur lintas selatan, kadang 30 pasang lebih," akunya saat di sekitar lokasi, Minggu,(12/02).
Menurutnya, pasangan yang melakukan mesum tersebut bukan hanya warga Puger, tetapi berasal dari luar daerah yang sengaja berlibur menghabiskan waktu seharian di rumah tak berpenghuni tersebut.
"Kadang minum mas, tolong jangan beritahu nama saya, ke saya juga beresiko," pintanya.
Baca Juga : Perumahan Nelayan di Jember Berubah Jadi Pusat Mesum
Sementara menurut Moh Sholeh Aktivis Mina Bahari menuturkan, peran serta pemerintah setempat dinilai kurang sehingga kebebasan melakukan kemaksiatan dilakukan secara terang-terangan.
"Peran pemerintah setempat dan aparat amat sangat menentukan, coba dibuatkan aturan semacam Perdes," tegasnya. 
"Kalau ada yang ketahuan saat dirazia mesum, langsung digiring ke kantor desa kemudian dinikahkan atau dengan sangsi moral pemanggilan orang tua agar ada efek jera," ujarnya.
Menurut informasi beberapa sumber, kuat dugaan di daerah tersebut juga masih tetab aktif beroperasi tempat prostitusi yang sampai saat ini masih belum dilakukan penertiban.

Sumber :http://m.suarajatimpost.com/read/4588/20170212/133443/remaja-puger-jember-akui-permahan-ilc-jadi-tempat-mesum/
REMAJA JEMBER AKUI PERUMAHAN LC DIJADIKAN TEMPAT MESUM


Foto Sai Inzanagi.Perkebunan teh gunung gambir berada dari 48 km Barat Laut Kota Jember, Berada di dataran tinggi dengan ketinggian lebih kurang 1200 meter dpl, tepatnya di lereng Gunung Argopuro, perkebunan teh Gunung Gambir termasuk dalam desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Kebun teh gunung gambir merupakan perkebunan teh peninggalan Belanda. Dengan ketinggian 900 m diatas permukaan laut kawasan lereng Argopuro. Perkebunan teh gunung gambir menawarkan pemandangan yang indah dan akan mencengangkan semua mata yang memandang barisan hijau tanaman teh yang menghiasi ujung barat kabupaten jember ini ditambah dengan segarnya udara dikawasan perkebunan teh yang bebas polusi, para wisatawanpun dapat melihat secara langsung tanaman teh yang berbaris rapi membentuk lembayung hijau menutupi luasnya puncak bukit gunung gambir, selain itu wisatawan juga dapat menyaksikan para pemetik teh hilir mudik memetik pucuk teh sekaligus dapat menyaksikan pemrosesan teh mulai dari pengeringan dan pengepakan, bahkan khusus untuk wisatawan dapat menikmati beragam rasa teh dengan mencicipi 8 jenis teh produksi Gunung Gambir.







i
PESONA WISATA PERKEBUNAN TEH GUNUNG GAMBIR JEMBER
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

WELCOME TO SHARE INDONESIA

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - BERSAMA MENGAWAL BIROKRASI

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

FANS PAGE FACEBOOK

Trending Post

Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung Penyebaran Virus Corona Patut Diapresiasi

JEMBER, Share Indonesia.id - Kebijakan pemerintah desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul Jember, dalam mengisolasi warganya yang mudik dari ...

Categories

  • BUDAYA
  • EKONOMI
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • PENGUMUMAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Recent Posts

Website Archive

  • ▼  2020 (28)
    • ▼  April (3)
      • Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung ...
      • 2 Pemudik Zona Merah Masuk Isolasi JSG
      • DAMPAK CORONA: Ringankan Beban Sesama, Komunitas ...
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2019 (411)
    • ►  Desember (33)
    • ►  November (32)
    • ►  Oktober (32)
    • ►  September (33)
    • ►  Agustus (33)
    • ►  Juli (36)
    • ►  Juni (32)
    • ►  Mei (35)
    • ►  April (39)
    • ►  Maret (42)
    • ►  Februari (30)
    • ►  Januari (34)
  • ►  2018 (174)
    • ►  Desember (10)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (126)
    • ►  Februari (22)
  • ►  2017 (528)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (16)
    • ►  Agustus (66)
    • ►  Juli (64)
    • ►  Juni (64)
    • ►  Mei (73)
    • ►  April (53)
    • ►  Maret (72)
    • ►  Februari (64)
    • ►  Januari (55)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Maret (1)

VISITOR WEBSITE

Flag Counter

Halaman Website

  • HOME
  • MEDIA CYBER
  • PUBLIK SERVICE
Solidaritas Jember. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Popular Post

  • Ratusan GTT di Jember, Terima SP Serta THR Yang Serahkan langsung oleh Bupati Faida MMR
  • Bupati Faida, Targetkan 9.416 Adminduk "Rampung" Melalui Pendopo Express
  • Gus Firjaun Apresiasi Upaya Bupati Faida Soal Konsep Islam dan Pancasila KH. Ahmad Siddiq

SHARE INDONESIA MAP

VISITORS

Flag Counter

Copyright © 2019 SHARE INDONESIA. Creative By Troops Dhemits Jember TROOPS DHEMITS JEMBER