• HOME
  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • WISATA
  • SOSIAL

Welcome To Share Indonesia

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - PENYAMPAI ASPIRASI DAN MENGAWAL BIROKRASI
SHARE INDONESIA



Jember Hari Ini – Dipicu informasi maraknya aksi penculikan anak di media sosial, warga yang tinggal di perkebunan PTPN 12 Gunung Gumitir menangkap perempuan gila tanpa identitas. Perempuan tanpa identitas tersebut selanjutnya di serahkan ke Mapolsek Sempolan.
Menurut Kapolsek Sempolan, AKP Suryadi Kadir, orang gila tersebut ditangkap warga karena meresahkan. Warga yang terpengaruh informasi maraknya aksi penculikan anak dan jual beli organ tubuh curiga perempuan itu adalah penculik anak. Saat ditanyai warga, perempuan tersebut tidak bisa menyebutkan nama dan identitasnya, bahkan sempat mengamuk di pos satpam PTPN 12 Gunung Gumitir.
Suryadi menjelaskan, perempuan tersebut bukan pelaku penculikan bayi, tetapi orang gila. Bahkan, saat ditanyai identitasnya, perempuan tersebut hanya  melakukan gerakan menghormat sambil  buang air kecil di Polsek Sempolan. Perempuan tersebut, logat bicaranya seperti logat bahasa sunda.
Suryadi menambahkan, setelah proses interogasi, perempuan tersebut meminta tidur di musholla. Namun sekitar jam setengah 3 dini hari ada saksi mata yang melihat perempuan tersebut berjalan menuju arah Barat sambil berjoget-joget. (Fit)

Sumber :http://www.prosalinaradio.com/2017/03/21/resah-dengan-informasi-penculikan-anak-di-medsos-warga-kebun-gumitir-tangkap-perempuan-gila/
RESAH DENGAN INFORMASI PENCULIKAN ANAK DI MEDSOS, WARGA KEBUN GUMITIR TANGKAP PEREMPUAN GILA

Dulu sih pernah dengar kalau buat KTP sama KK gratis, tapi kemarin-kemarin masih banyak juga yang bayar. Meskipun tidak ditentukan berapa tarifnya, pokoknya kita ngasih aja gitu ke petugas,” ungkapnya kepada Rakyat Merdeka.
Jika peraturan larangan pemberian imbalan kepada petugas benar-benar diterapkan, kata Suprinah, dia pun tidak akan memberi imbalan kepada petugas.
“Kalau memang sudah ada ya nanti kalau perpanjang KTP atau akta kelahiran saya nggak mau bayar. Kalaupun nanti petugasnya minta, saya laporin aja ke lurahnya langsung,” ancam Suprinah.
Hal senada diungkapkan Tobing, warga Kelurahan Tambora. Dia bilang, penerapan UU Sistem Kependudukan yang baru harus benar-benar diterapkan. Pasalnya, selama ini memang ada oknum petugas yang serampangan meminta bayaran kepada masyarakat atas pembuatan surat-surat maupun administrasi lainnya.
“Selama ini memang tidak jelas nilai restribusi dalam pembuatan KTP, KK ataupun akta kelahiran. Kalau nggak dikasih ada saja petugas yang marah-marah. Nanti di lapangan seharusnya ada juga petugas yang mengawasi atau tempat pengaduan kalau masih ada petugas yang minta imbalan. Supaya masyarakat tidak dipermainkan lagi oleh oknum-omnum yang tidak bertanggung jawab,” imbuh Tobing.
Sebelumnya, di Jakarta terdapat retribusi resmi kependudukan, antara lain biaya pembuatan akta perkawinan dalam kantor sebesar Rp 100.000, perkawinan di gereja Rp 200.000, akta perceraian Rp 150.000, pencatatan pengesahan anak Rp 50.000, serta pencatatan peristiwa penting di luar negeri (lahir, meninggal, dan menikah di luar negeri) Rp 25.000.
Sementara biaya pengurusan surat keterangan pelaporan kelahiran untuk mendapatkan nomor induk kependudukan (NIK) sebesar Rp 10.000 dan pencatatan pengangkatan anak Rp 50.000.
Jokowi Akui Masih Ada Pungli...
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku optimistis penerapan Undang-undang (UU) Sistem Kependudukan baru, yaitu UU) Nomor 24 Tahun 2013 mampu diterapkan secara maksimal di Jakarta.
“Pembuatan dokumen administrasi di Jakarta tak dipungut biaya. Meski demikian, memang masih ada praktik pungutan uang sukarela kepada warga untuk pengurusan sejumlah dokumen,” ujarnya.
Bekas Walikota Solo ini mengatakan, peraturan itu mendukung upaya Pemprov DKI dalam melakukan pembenahan, baik sumber daya manusia pelayanan publik ataupun sistem birokrasi.
“Nanti kita lihat di lapangan seperti apa. Apalagi melalui lelang jabatan, kita mulai membangun sistemnya di lapangan,” katanya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuturkan, selama ini pembuatan akta kelahiran, akta kematian, kartu keluarga, dan KTP memang sudah gratis. Namun, beberapa pelayanan masih memungut retribusi. Sebut saja akta perkawinan dalam kantor Rp 100 ribu, akta perceraian Rp 150 ribu, pencatatan pengesahan anak Rp 50 ribu.
Ahok mengatakan, dengan diberlakukannya UU tersebut, tidak ada alasan lagi seorang anak tidak punya akta kelahiran. Selain gratis, akta kelahiran juga bisa dibuat oleh warga tanpa identitas di Jakarta seperti warga di wilayah abu-abu atau tanah ilegal.
 “Sekarang kita tinggal tunggu PP (Peraturan Pemerintah)-nya mulai Januari 2014, semua gratis. Lagi pula pendapatan retribusinya tidak besar, setahun hanya Rp 8 miliar,” ujarnya.
Meski retribusi administrasi kependudukan digratiskan, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Purba Hutapea menegaskan, aturan tersebut tidak akan berpengaruh banyak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI.
“Tahun ini kita nol-kan, yang penting keberpihakan pada rakyat. Peraturan itu mengingatkan aparat pemerintah untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli),” tegas Purba.
Seperti diketahui, Kementerian Dalam Negeri merevisi UU No.23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Salah satu poin yang direvisi adalah biaya pengurusan administrasi kependudukan akan dibebaskan dan ditanggung pemerintah pusat melalui APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Undang-Undang itu berlaku mulai 1 Januari 2014. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menegaskan, jika ada aparat pemerintah yang masih memungut biaya, akan diancam pidana penjara atau denda seberat-beratnya Rp 75 juta.
sumber: rakyatmerdekaonline.com
BIKIN KK, KTP DAN AKTA KELAHIRAN ITU GRATIS... JIKA ADA OKNUM PUNGLI DENDA BISA 75JT



Makan Permen, 10 Siswa Terkapar
JEMBER – Sebanyak 10 siswa SD Al Ikhlas yang ada di Jalan Letjen Suprapto Gang Jember, terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas Sumbersari. Pasalnya, 10 anak ini mengalami mual dan muntah-muntah setelah pagi memakan permen yang merknya jarang dikenal oleh masyarakat. Beruntung, penanganan cepat pihak sekolah membuat semua siswa selamat.
Sejumlah siswa yang masih memakai seragam merah putih ini terlihat pucat di ruang Unit Gawat Darurat Puskesmas Sumbersari. Beberapa malah tampak lemas dengan muka dan mata yang merah. Bahkan, diantara korban mengaku masih mual dengan kepala pusing.
“Tahunya sejumlah murid terlihat pucat. Padahal masih pagi saat jam pelajaran pertama. Sekitar jam 07.30,” ucap Siti Womariyah, wali kelas 6 SD tersebut.
Dirinya pun semakin curiga, karena korban tidak hanya satu, tapi beberapa murid bingung memegangi kepala. ”Mereka terlihat pucat dan mengaku pening. Sehingga  saya bawa sekitar lima murid ke Unit Kegiatan Sekolah (UKS) setempat,” jelasnya.
Ternyata bukan hanya murid kelas 6 saja yang mengalami kejadian tersebut. Sejumlah murid kelas 5 dan kelas 3 di sekolah yang banyak menampung anak-anak miskin dan pinggiran ini malah mengalami hal yang sama. Mereka pun sempat dikumpulkan di dalam UKS tersebut.
Suasana semakin panik ketika ada dua siswa mengalami muntah-muntah di UKS tersebut. “Tadi yang muntah ada Roni (Yohanes Syahroni) kelas 6 dan Teguh (Juni Teguh Widodo) kelas lima,” ucap guru lainnya saat ditemui di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sumbersari Jember, kemarin. Ini pun membuat sejumlah guru panik dan kemudian langsung mencari bantuan.
Pihak sekolah sempat memberikan minuman es kelapa muda kepada murid yang mengalami pusing dan mual-mual ini. Namun, pemberian air kelapa muda ini tidak mempan dan kondisi murid-murid semakin drop dan masih mengaku mual dan pusing.
“Saya langsung mencari kendaraan. Kebetulan ada mobil meubel di depan yang mau mengantarkan ke Puskesmas,” ucap Abdul Shomad Mu’min, Kepala SD Al Ikhlas tersebut.  Sejumlah siswa inipun langsung dibawa ke puskesmas dan langsung masuk ke UGD puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif.
Terkait dengan penyebab sendiri, Somad sempat menanyakan hal ini kepada murid-muridnya. Kabarnya, mereka pagi harinya memakan permen yang diberi oleh salah satu kawannya itu. “Yang membawa permen Manda (Dafa Putra Almanda, red). Namanya anak-anak, kan seneng kalau makannya dibagi-bagi pada teman-temannya,” ucapnya.
Benar saja, permen tersebutlah yang menjadi penyebab sejumlah anak ini mengalami keracunan. “Katanya dapat permen dari saudaranya yang di Ambulu,” tutur Shomad. Pihaknya sendiri sudah menyerahkan sisa permen itu kepada pihak puskesmas untuk diperiksa kandungannya.
Yang jelas, Shomad mengaku bersyukur anak didiknya tidak sampai mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Dirinya pun berharap semua anak tersebut bisa segera pulang jika memang kondisinya membaik. “Sekarang masih dirawat di UGD. Semoga segera membaik,” ucap Shomad kemarin.
Sementara itu, dr. Edwina Purwatuti, Kepala Puskesmas Sumbersari mengatakan memang menerima sejumlah murid yang diduga mengalami keracunan itu. “Saat datang kondisinya ada yang muntah. Mereka rata-rata mengalami mual dan pusing,” ucap Edwina.
Pihaknya pun langsung memberikan pertolongan pertama dengan memeriksa dan mencoba mengeluarkan isi perut sang anak. “Kami terus melakukan observasi intensif kepada mereka untuk melihat perkembangan selanjutnya,” jelasnya.
Hingga kemarin siang, diakuinya perkembangannya terlihat lebih baik. Namun, pihaknya tidak berani mengambil resiko untuk memulangkan mereka sebelum kondisinya benar-benar pulih. “Jika baik boleh pulang. Tapi jika malah memburuk bisa kami rujuk ke faskes yang lebih tinggi,” ucapnya. (ram/hdi/har/jawapos.com)

Sumber :http://radarjember.jawapos.com/read/2017/03/21/2305/makan-permen-10-siswa-terkapar/1
MAKAN PERMEN 10 SISWA SD DIJEMBER TERKAPAR

DISTRIBUSI JAWA TIMUR
AREA JEMBER
RAYON TANGGUL
PENGUMUMAN
No.: 011.Pm/RYN-TGL/2017
Sehubungan dengan adanya pekerjaan Pengamanan Pemasangan GSW P Gambirono & Pemasangan HGW TM10 GG027 D1 Ds Tanggul Wetan Penyulang Bangsalsari untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik, maka akan diadakan pemadaman aliran listrik pada siang hari dari PT PLN ( Persero ) Rayon Tanggul pada :
Tanggal :Kamis, 23 Maret 2017
Jam :08:00 s/d 16:00
Dengan area padam :
Penyulang Bangsalsari meliputi Jl Pb. Sudirman Tanggul, Jl Semboro Tanggul Wetan, Pasar Tanggul, Jl Cokroaminoto Tanggul, Telkom Tanggul, Dn Curah Banban Tanggul Wetan, Ds Tanggul Wetan, Dn Krajan 1 Patemon, Dn Suko Barat Kramat Sukoharjo, Ds Patemon, Dn Krajan 2 Patemon, Ds Manggisan, Dn Curah Banban Tanggul Wetan, Dn Krajan Darungan, Pr Griya Panorama Tanggul Wetan, Ds Klatakan, Dn Rowo Tengu Sidomulyo, Dn Pakisan - Curah Kalong, Ds Curah Kalong, Ds Darungan, Dn Karang Sengon Darungan, Dn Pakeman Darungan, Dn Kemirian Darungan, Dn Jumbatan Darungan, Dn Sumber Bulus Desa Darungan, Dn Sungai Tengah Desa Manggisan, Dn Tegal Paron Selodakon, Dn Sumber Klopo - Curah Kalong, Dn Kemantren Curah Kalong, Dn Bedahan Toko - Curah Kalong, Dn Bedahan Jerit Curah Kalong, Dn Kidul Sawah Darungan, Dn Krajan Selodakan,
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih dan atas pemadaman tersebut kami mohon maaf.
Tanggul, 21 Maret 2017
Catatan :
Tegangan akan dimasukkan sewaktu – waktu
Jika pekerjaan sudah selesai
#Catatan :
Tegangan akan dimasukkan sewaktu waktu
Jika pekerjaan sudah selesai


INFO PEMADAMAN LISTRIK KAMIS 23/3/17
Oknum Karyawan PT KA di Jember Kepergok Curi Rel Kereta
Seorang karyawan PT KAI Daops IX Jember, kepergok mencuri 7 batang besi rel kereta bekas di Stasiun Leces, Kabupaten Probolinggo.
Foto Nasihhuddin.
Pelaku, Tomy Hari Purnomo (32) warga Desa/Kecamatan Tongas yang aktif sebagai karyawan BUMN ini, akhirnya diamankan Satreskrim Polres Probolinggo. Dia mencuri besi batangan bersama rekannya, Muklis (34) warga Kecamatan Sumberasih.
Tomy, yang sudah 5 tahun bekerja di PT KAI Daops IX Jember, ini sebagai petugas perbaikan di Stasiun Leces. Ia mengaku nekat mencuri besi milik PJKA karena terhimpit ekonomi. Selain itu, gaji BUMN yang diterima belum cukup memenuhi kebutuhan keluarganya.
Barang bukti yang diamankan yakni 7 batangan besi 2x5 meter, pikap Grand Max N 9718 RC yang digunakan memuat besi. Tomy bersama Mukhlis ditangkap dinihari tadi.
Wakapolres Probolinggo, Kompol Hendy Kurniawan, mengatakan penangkapan tersangka Tomy, setelah mendapat laporan warga saat tengah melihat mereka beraksi. Saat tiba di lokasi, besi itu sudah tertata rapi di atas pikap tertutup terpal. Melihat kondisi itu petugas langsung melepaskan tembakan peringatan dan mengamankan dua pelaku.
"Kalau berat besinya belum tahu, karena kami masih belum menimbangnya. Namun, ini beratnya diperkirakan puluhan kwintal. Besi dan pikap kami amankan," jelas Kompol Hendy kepada wartawan di kantornya Mapolres Probolinggo, Rabu (15/3/2017).
Dari keterangan 2 tersangka, jelas dia, besi itu akan dijual ke luar daerah. Tapi sebelumnya akan dibawa terlebih dulu kerumah Tomy, untuk disimpan sejenak.
"Tomy dijerat pasal 363 tentang pencurian. Tomi tercatat seorang karyawan BUMN, yakni PJKA. Besi rel yang dicuri sebanyak 7 batang dengan panjang bervariasi. Kami masih melakukan pengembangan atas kasus ini, ditakuti masih ada pelaku lainnya," imbuh Kompol Hendy.

Sumber : detik.com

OKNUM KARYAWAN PT. KAI DAOP IX JEMBER TERTANGKAP TANGAN CURI REL KERETA API
pagi ini sekitar jam 02.00 WIB Timsar gabungan dan basarnas yang mencari korban tenggelamnya siswa smpn1 jember atas nama eggar, alhmdulilah membuahkan hasil, korban eggar ditemukan terseret arus hingga ke sungai di kawasan tempurejo, tepatnya di daerah nanggelan desa curah nongko, jember, saat ditemukan kondisi korban sendiri sudah sudah mengembung, dan terapung serta tersangkut disalah satu sisi jembatan nanggelan.


saat ini jenazah korban telah dibawah ke rumah sakir Dr. Subandi jember guna kepantingan otopsi, dan selanjutnya akan dimakamkan di pemakaman umum daerah dawuhan pondok bedadung indah jember yang tidak jauh dari rumah kediaman korban.
ANAK HANYUT DI KEBONSARI AKHIRNYA DITEMUKAN OLEH TIMSAR GABUNGAN
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

WELCOME TO SHARE INDONESIA

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - BERSAMA MENGAWAL BIROKRASI

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

FANS PAGE FACEBOOK

Trending Post

Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung Penyebaran Virus Corona Patut Diapresiasi

JEMBER, Share Indonesia.id - Kebijakan pemerintah desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul Jember, dalam mengisolasi warganya yang mudik dari ...

Categories

  • BUDAYA
  • EKONOMI
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • PENGUMUMAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Recent Posts

Website Archive

  • ▼  2020 (28)
    • ▼  April (3)
      • Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung ...
      • 2 Pemudik Zona Merah Masuk Isolasi JSG
      • DAMPAK CORONA: Ringankan Beban Sesama, Komunitas ...
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2019 (411)
    • ►  Desember (33)
    • ►  November (32)
    • ►  Oktober (32)
    • ►  September (33)
    • ►  Agustus (33)
    • ►  Juli (36)
    • ►  Juni (32)
    • ►  Mei (35)
    • ►  April (39)
    • ►  Maret (42)
    • ►  Februari (30)
    • ►  Januari (34)
  • ►  2018 (174)
    • ►  Desember (10)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (126)
    • ►  Februari (22)
  • ►  2017 (528)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (16)
    • ►  Agustus (66)
    • ►  Juli (64)
    • ►  Juni (64)
    • ►  Mei (73)
    • ►  April (53)
    • ►  Maret (72)
    • ►  Februari (64)
    • ►  Januari (55)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Maret (1)

VISITOR WEBSITE

Flag Counter

Halaman Website

  • HOME
  • MEDIA CYBER
  • PUBLIK SERVICE
Solidaritas Jember. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Popular Post

  • Ratusan GTT di Jember, Terima SP Serta THR Yang Serahkan langsung oleh Bupati Faida MMR
  • Bupati Faida, Targetkan 9.416 Adminduk "Rampung" Melalui Pendopo Express
  • Gus Firjaun Apresiasi Upaya Bupati Faida Soal Konsep Islam dan Pancasila KH. Ahmad Siddiq

SHARE INDONESIA MAP

VISITORS

Flag Counter

Copyright © 2019 SHARE INDONESIA. Creative By Troops Dhemits Jember TROOPS DHEMITS JEMBER