• HOME
  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • WISATA
  • SOSIAL

Welcome To Share Indonesia

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - PENYAMPAI ASPIRASI DAN MENGAWAL BIROKRASI
SHARE INDONESIA
 Foto Rakom Padas.

Banyak yang tak percaya, wanita cantik ini adalah seorang sopir truk yang biasa mengangkut bahan material bangunan seperti pasir, sebab pekerjaan sebagai sopir truk center identik dengan sosok pria yang kuat, wajah garang, dan tubuh yang besar. Namun apa jadinya jika ada wanita yang lemah lembut jadi sopir truk center tersebut?.
Di Jember Jawa Timur, menjadi pusat perhatian dengan hebohnya salah satu sosok Kartini yang satu ini, ada seorang wanita yang berkerja sebagai sopir truk center. Mengejutkannya lagi, wanita tersebut selalu menggunakan hijab, saat bekerja. Karena hal itulah, sosok wanita itu jadi viral di media sosial.
Dia adalah Hj. Syarifah Firdausi wanita asli kelahiran Situbondo 13 Februari 1979 ini, tidak malu atau gengsi berprofesi sebagai sopir truck sejak tahun 2008, dengan penampilan yang elegant dan anggun dengan kacamatanya, banyak netizen yang memuji profesi yang digeluti seorang Ibu Hajah sebagai sopir truk center meski ia adalah seorang perempuan berhijab.
Ummi, panggilan akrabnya, ia mengeluti dunia matrial bangunan yang bermuatan berupa pasir, batu dan semua jenis matrial. Hobby dari Ummi tak lepas dari dunia otomotif, terutama ia sangat mencintai Canter (truck colt diesel, red). Ummi yang tinggal di Jalan Tidar 138 Sukorejo Sumbersari Jember ini masih meluangkan waktu disela-sela kesibukannya.
Saat di wawancarai awak media RADAR-X mengatakan, "tujuan Ummi hanya satu mas, saya mau memotivasi Perempuan Jember jauh lebih baik lagi, dan tidak menggantungkan penghasilan dari suami saja," ungkapnya sambil ijin ada telepon permintaan bahan material.
Itulah segelumit pernyataan Ummi perempuan cantik yang berprofesi sebagai supir truck. Sukses ya Kartini Jember Hj. Syarifah Firdausi.

Sumber: www.radar-x.com





IBU HAJAH JADI SOPIR TRUK BIKIN HEBOH MEDIA SOSIAL


 
Mendapat pengaduan, Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK, MH, Rabu Sore (19/7) temui Puluhan Korban arisan bodong di salah satu ruang  Mapolres Jember.

Setelah menemui pelapor, Kapolres menjelaskan bahwa, masih dalam pemeriksaan.  "Anggota masih melakukan pengambilan keterangan para korban, untuk didalami modusnya, para korban menyerahkan uang dengan iming-iming akan kembali kelipatannya, sehingga para korban tergiur." Ungkap Kusworo
Masih ungkap Kusworo, modus pelaku korban diimingi beli arisan dengan janji mendapatkan satu, dua sampai tiga kali lipat, seperti  menag undian arisan. "Para korban kerugianya bervariasi mulai 40 juta, hingga 120 juta bahkan ada yang satu kelompok menderita kerugian 300 juta dan bisa lebih." pungkas Kapolres
Sementara Evi Dwi Faranita, Warga Desa Sumber Kejayaan, Kec Mayang, salah satu pelapor saat ditemui terpisah mengatakan, ia sudah 1 tahun yang lalu ikut dan tertarik serta percaya karena, awalnya untung namun lama kelamaan merugi.
"Pertama beli arisan Rp.30 dapat Rp.600 rb paling lama nunggunya 1,5 bulan, bila nunggu 1,5 bulan setengah, ternyata dapat sungguhan, setelah itu ditawari lagi yang dengan lebih banyak lagi mulai Rp.1,5 juta mendapat Rp. 2,5 juta tergantung durasi nunggunya." Jelasnya
Lanjut  Ita, Kalau nunggunya lama maka harganya jauh lebih banyak keuntunganya, bila jangka 1 bulan bisa berlipat ganda, 5 juta bisa dapat 10 juta, Keuntungan berdasarkan lama nya menunggu 5 juta bila menunggu 1.1/2 bulan bisa dapat 15 juta."Uarinya.
Total kerugian dikelompok dan dirinya kurang lebih Rp. 150 juta, “Punya orang-orang lebih 120 juta, uang pribadi saya 35 jutaan, macet sejak awal Mei 2017, hanya dijanjikan sampai sekarang tidak ada kejelasannya.  Ia berharap, kasus ini segera ditangani secara hukum agar tidak ada korban lain. (edw)
 
Sumber:http://www.majalah-gempur.com/2017/07/korban-arisan-bodong-mengadu-ke.html?m=1
Korban Arisan Bodong Mengadu Ke Kapolres Jember


 
 Ratusan Warga dan Kerabat, Selasa petang (18/7) sambut dengan isak tangis, kedatangan jasad, Kholili (40), Tenaga Kerja Indonesia (TKI), korban pembunuhan di Malaysia.

Tampak menyambut kedatangan jenasah dirumah duka di Dusun Gumuh Gebang, Desa Nogorsari, Kecamatan Rambipuji, yakni AKP Sutarjo ( Kapolsek Rambipuji ), Ipda Agus Sutriono (Kanit Reskrim Sek Rambipuji), PJ Kades Nogosari Saiful, bersama ratusan pelayat.
Nasib naas yang dialami bapak dua anak yang bekerja sebagai buruh bangunan ini meregang nyawa usai solat Magrib, Sabtu (15/7) lantaran dibunuh oleh orang tidak. Kholili tewas dengan cara mengenaskan dengan luka akibat tusukan senjata tajam.
Menurut Kholil, kakak kandung korban, adiknya baru balik ke Malaysia setahun lalu. Dia bekerja sebagai kepala tukang bangunan melalui tekong (sebutan Madura) asal melayu yang bernama Anab. “Adik saya kerjasama dengan bos Anab, dan bagi hasil dengan bos Anab,” ujar Kholil Selasa Petang
Lanjut Kholil, kejadian tersebut terjadi disaat korban selesai menunaikan ibadah Sholat Magrib,  korban Sholat lebih akhir dari teman-temanya karena korban masih berbuka puasa. Korban biasa melaksanakan ibadah puasa. Setelah selesai berbuka puasa korban langsung melanjutkan sholat Magrib.
“Saya dengar dari temannya yang tinggalnya tidak jauh dengan kediaman korban, usai sholat, tiba-tiba ada terdengan suara jeritan yang begitu keras, setelah dilihat sudah tewas. Saya berharap ada perhatian dari pemerintah atas meninggalnya adik saya yang tidak wajar ini,” pungkasnya. (edw)
 
Sumber:http://www.majalah-gempur.com/2017/07/jasad-tki-malaysia-asal-jember-disambut.html?m=1
Jasad TKI Malaysia Asal Jember Disambut Isak Tangis



DICANGGIHKAN: Aplikasi grow up dibuat untuk menjadi wadah bagi petani yang ingin konsultasi tentang masalah pertanian.


JEMBER – Permasalahan pertanian yang dihadapi oleh petani sekarang bisa dikonsultasikan secara online. Mahasiswa jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Jember (Polije) mampu menciptakan aplikasinya, yakni grow up. Petani bisa bertanya tentang masalah yang dialami.
Aplikasi tersebut dibuat karena persoalan petani sering berubah dan berkembang. Sementara wawasan petani tentang ilmu pertanian masih terbatas. Selain itu, untuk konsultasi dengan tenaga ahli pertanian juga sulit terjangkau.
“Untuk itulah kami ciptakan aplikasi untuk menghubungkan petani agar bisa sharing dengan ahli pertanian,” kata Misbahul Hasan, pembuat aplikasi tersebut. Dalam aplikasi itu, terdapat beberapa fitur untuk para petani.
Pertama adalah Obor Tani untuk mencari tenaga ahli untuk mengkonsultasikan masalah pertaniannya. Kedua, fitur Rembuk Tani yang berfungsi untuk sharing dengan para tenaga ahli pertanian. “Sehingga bisa memberikan arahan agar pertaniannya lebih baik,” ucapnya Misbah.
Fitur ketiga adalah Ranca Tani, yakni ramalan petani sebagai pendukung keputusan petani untuk menanam komoditas tertentu. Sebab, perkembangan cuaca bisa dilihat dari aplikasi Grow Up. “Swasembada diharapkan bisa terwujud kembali melalui aplikasi ini, sebab masalah pertanian bisa diselesaikan,” terangnya.
Mahasiswa dan akademisi, kata dia, memiliki peran untuk memajukan para petani. Salah satunya melalui riset yang dilakukan agar petani bisa meningkatkan kualitasnya. Sehingga swasembada pangan bisa tercapai.
Petani bisa mengakses aplikasi tersebut dari komputer dan android.  Android  sudah banyak yang dimiliki oleh petani. Caranya, bisa  download di playstore dan internet. “Kami harus memperkenalkan aplikasi ini bagi para petani, mereka perlu tahu bahwa ada media untuk konsultasi pada ahlinya,” paparnya.
Tenaga ahli dalam aplikasi tersebut  merupakan orang pilihan yang kompeten di bidang pertanian. Mereka adalah para pakar yang sudah diseleksi untuk menjadi konsultan di bidang pertanian. “Sampai sekarang sudah ada 20 tenaga ahli dari mahasiswa dan dosen yang ada di aplikasi tersebut,” jelasnya.
Aplikasi yang akan dilombakan di Kaplan University Singapore tersebut merupakan bimbingan dari Ratih Ayuninghemi. “Aplikasi ini merupakan murni ide mahasiswa,” aku Ratih.
Start-up itu diharapkan bisa menjadi jawaban kebutuhan masyarakat karena memberikan data yang jelas.  Sebab data dan keilmuannya bisa dipertanggungjawabkan dan bisa dipakai oleh masyarakat luas. “Kami berupaya agar semua permasalahan petani bisa dicarikan solusi dari  aplikasi ini,” pungkasnya.
(jr/gus/har/JPR)

Sumber:www.radarjember.co.id
Keren! Selesaikan Masalah Pertanian Cukup di Android
Jember, Wartajember.co.id - Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR., meminta mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk menyatu dengan masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati dalam pidato pengarahannya di hadapan ratusan Mahasiswa peserta KKN BBM Tematik periode 56 Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (18/07/2017), di Pendopo Wahyawibawagraha.

“Saya berharap kehadiran mahasiswa dalam kehidupan sehari hari tidak hanya pada tematik tematik. Bisa melebur dan menyatu dengan masyarakat, karena itu adalah pintu suksesnya program program yang kita bawa,” pinta Bupati.
Bupati menyatakan senang atas tema-tema KKN yang disinergikan dengan program pemerintah untuk kemajuan pembangunan.
Namun di luar tema KKN, ujar Bupati, kepedulian mahasiswa bisa disinergikan dengan program pemerintah lainnya. Seperti penanggulangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang mencapai 28 jenis.
“Saya berharap mahasiswa mengerti 28 PMKS itu apa saja, dan ini ada program pemerintah,” ujar Bupati dalam pidato pengarahannya.
Bupati tidak ingin mahasiswa tidak bisa berbuat sesuatu ketika mendapati masalah PMKS di tempatnya KKN akibat tidak mendapatkan informasi penanganannya.
“Masyarakat tidak pernah tanya dimana kalian sekolah, berapa IP kalian, ranking berapa ketika lulus, sampai mereka tahu seberapa kalian peduli dengan ilmu yang dipunyai. Seberapa besar kehadiran kita menjadi solusi masalah masalah masyarakat,” tutur Bupati.
Mahasiswa juga bisa mengatasi masalah buat huruf di Kabupaten Jember, yang tergolong cukup tinggi.
Ratusan mahasiswa ini akan menjalani KKN di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tanggul, Rambipuji, dan Bangsalsari. ( Reporter : Lumlawalata/HMS/AB )


Sumber: www.wartajember.co.id


BUPATI JEMBER FAIDAH MEMINTA MAHASISWA MENYATU DENGAN MASYARAKAT

Antisipasi Teror, Polres Jember Perketat Penjagaan

 


Didampingi para kabag, Kasat fungsi,  serta Kapolsek Jajaran. Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH, pantau simulasi pukul 07.45 wib yang memperagakan pengamanan oleh personel di setiap Titik Mako, Pelatihan Personil CRT, serta beladiri perorangan, maupun Pelatihan Pengamanan Tersangka.
Kusworo juga menekanan personel Sabhara bersenjata agar menjaga kewaspadaan dan memperhatikan situasi disekitar. "Tamu atau masyarakat yang masuk ke Mapolres agar dilakukan pemeriksaan, baik barang-barang bawaan ataupun Identitas, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada" tegasnya
Namun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tetap dikedepankan profesionalitas dan humanis, dan tidak mengesampingkan kewaspadaan, serta kesiapsiagaan untuk mengantisipasi adanya ancaman teror terhadap personel, maupun markas kepolisian.
"Untuk mengantisipasi secara dini, pengamanan di Mapolres memang harus diperketat baik pemeriksaan identitas dan barang bawaan pengunjung, hal ini dilakukan demi kebaikan dan keamanan bersama mencegah adanya ancaman teror yang mungkin terjadi," pungkasnya. (edw)
 
Sumber:http://www.majalah-gempur.com/2017/07/antisipasi-teror-polres-jember-perketat.html?m=1
Antisipasi Teror, Polres Jember Perketat Penjagaan
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

WELCOME TO SHARE INDONESIA

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - BERSAMA MENGAWAL BIROKRASI

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

FANS PAGE FACEBOOK

Trending Post

Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung Penyebaran Virus Corona Patut Diapresiasi

JEMBER, Share Indonesia.id - Kebijakan pemerintah desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul Jember, dalam mengisolasi warganya yang mudik dari ...

Categories

  • BUDAYA
  • EKONOMI
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • PENGUMUMAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Recent Posts

Website Archive

  • ▼  2020 (28)
    • ▼  April (3)
      • Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung ...
      • 2 Pemudik Zona Merah Masuk Isolasi JSG
      • DAMPAK CORONA: Ringankan Beban Sesama, Komunitas ...
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2019 (411)
    • ►  Desember (33)
    • ►  November (32)
    • ►  Oktober (32)
    • ►  September (33)
    • ►  Agustus (33)
    • ►  Juli (36)
    • ►  Juni (32)
    • ►  Mei (35)
    • ►  April (39)
    • ►  Maret (42)
    • ►  Februari (30)
    • ►  Januari (34)
  • ►  2018 (174)
    • ►  Desember (10)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (126)
    • ►  Februari (22)
  • ►  2017 (528)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (16)
    • ►  Agustus (66)
    • ►  Juli (64)
    • ►  Juni (64)
    • ►  Mei (73)
    • ►  April (53)
    • ►  Maret (72)
    • ►  Februari (64)
    • ►  Januari (55)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Maret (1)

VISITOR WEBSITE

Flag Counter

Halaman Website

  • HOME
  • MEDIA CYBER
  • PUBLIK SERVICE
Solidaritas Jember. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Popular Post

  • Ratusan GTT di Jember, Terima SP Serta THR Yang Serahkan langsung oleh Bupati Faida MMR
  • Bupati Faida, Targetkan 9.416 Adminduk "Rampung" Melalui Pendopo Express
  • Gus Firjaun Apresiasi Upaya Bupati Faida Soal Konsep Islam dan Pancasila KH. Ahmad Siddiq

SHARE INDONESIA MAP

VISITORS

Flag Counter

Copyright © 2019 SHARE INDONESIA. Creative By Troops Dhemits Jember TROOPS DHEMITS JEMBER