#DJ_Peduli 🍃 🍃
Assalamualaikum wr wb
Alhamdulillah telah disalurkan sumbangan teman" anggota
Komunitas Orang Jember
grup DARI JEMBER OLEH JEMBER UNTUK JEMBER
Bantuan kali ini ditujukan Kepada:
Nama Ibu Supiatun
Umur +/- 65 tahun
tinggal dirumah gubuk yang baru saja di renovasi oleh pemuda kreatif setempat.
Alamat di Desa Batu Urip, Kec. Sumber Baru.
hidup sebatang kara.
Bantuan telah dilaksanakan pada
Hari : Minggu
Tanggal : 17 September 2017
Jam : 11.00 WIB
Sumbangan yang disalurkan berupa sembako dan sejumlah uang.
Semoga apa yang Kita Sumbangkan Bermanfaat Dan Barokah Bagi Kita semua.
Terimakasih bagi semua yg telah berpartisipasi, semoga Allah SWT yg membalasnya.
Aamiin.
Wassalamualaikum wr.wb
NB:
Bagi teman² anggota grup yang mau berpartisipasi menyalurkan donasi berupa Uang atau Barang bisa hubungi Admin & Pengurus Grup :
1. Fatdalah Muktar
085260447841
2. Mas Andrey
082141700551
3. Ahmad Fauzan
085236315478
4. Viony Krishnaraj Ray Khan
085655292086
5. Mashury
089515935137
6. Bintoro Adi Darmawan
08970012122
7. Hady SmiLe
085707770737
8. Heny Ef
082338872586
Atau transfer
❄ Rekening Bank Jatim
1412011984
Rakompadas KOber Peduli
dengan konfirmasi kepada bapak Oesman di nomor
081336314389
❄️ Rekening admin Hady SmiLe Bank BRI
774801004843536
atas nama Samhadi.

Selain menggelar sejumlah spanduk dan poster yang menggambarkan penderitaan ribuan muslim rohingnya atas pembantaian militer dan biksu Budha, menreka juga melakukan penggelangan dana kepada para pengguna jalan di bundaran DPRD Jember pemerintah Myanmar.
Aksi ini untuk mengingatkan umat islam di Indonesia agar berempati dan segera memberikan bantuan material kepada saudara muslim menerima musibah.
Rudi prasetyo korlap aksi, meneriakan berharap pemerintah indonesia tidak hanya melakukan komunikasi bilateral dengan pemerintah Myanmar untuk menghentikan tragedi kemanusian, namun juga membuka akses masuk terhadap bantuan untuk warga Rohingya. (edw)

Puluhan wartawan yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah seluruh anggota dari sejumlah organisasi wartawan setempat, yaitu Forum Wartawan Listas Media (FWLM) Jember, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jember, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (Tapal kuda) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jember
Disamping itu kegiatan ini dimaksudkan untuk mepererat tali silaturahmi antara jajaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagaan dengan seluruh Insan pers di Kabupaten Jember. ungkap Indriando, Kepala Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Jember.
“Kita ingin ada jalinan komunikasi antara BPJS Ketenagakerjaan Jember dengan Wartawan semakin erat, sehingga kita dapat saling dapat berbagi informasi dan komunikasi legih mudah. “Setelah kegiatan ini kita akan membuat Grup Whatsappnya” Jelasnya.
Kegiatan ini disamput positif ketua FWLM Jember, Ihya Uluminddin, menurut Pimpinan Redaksi (Pimred) Pena Nusantara yang akrab disapa Udik ini bahwa dirinya terbuka bagi lembaga apapun untuk menjalin komunikasi dan berbagi informasi dengan semua lembaga, baik lembaga pemerintahan maupun swasta.
“Kegiatan seperti ini sangat positif, disamping kita mendapatkan informasi, juga dapat mempererat hubungan, sehingga saat klarifikasi pemberitaan, tidak akan canggung lagi, untuk itu kami, terbuka bagi siapapun yang mau bekerjasama, baik dari lembaga pemerintah, swasta maupun masyarakat”, Katanya.
Suasana keakrapan tampak dalam kegiatan ini, silih berganti sejumlah wartawan dan para petugas BPJS Kesehatan silih berganti menunjukkan kebolehannya tampil menyanyikan lagu. sebelum acara diakhiri dengan makan bersama

JEMBER, PENA NUSANTARA - Imam Tahrir Fauzi, warga Dusun Jatiagung, Desa/Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, diduga menjadi korban penipuan pengurusan dokumen kependudukan.
Ia merasa tertipu saat mengurus dokumen berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP el) milik saudaranya bernama Joko Suwito warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, yang ditengarai palsu.
"Awalnya saya curiga, KTP tidak sama dengan biasanya. Sedangkan KK, saya hanya diberi foto copynya saja. Ternyata benar, setelah saya cek di kantor pelayanan kecamatan, bukan atas nama Joko Suwito [saudaranya])," kata Tahrir.
Tahrir tak mengurus dokumen itu sendiri, melainkan melalui calo yang berinisial RI, warga Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas. Ternyata, setelah dicek ke kantor kecamatan, nomor register KK tersebut bukan atas nama Joko Suwito, melainkan atas nama orang lain, yakni Mistu yang beralamat di Dusun Sumber Klopo, Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari.
Mengetahui hal itu, Ia tak hanya merasa tertipu, namun secara materiil Tahrir dan saudaranya juga dirugikan. Sebab biaya yang dikutip dalam pengurusan itu juga tergolong tinggi, berdasarkan pengakuan Tahrur untuk pembuatan KK dan KTP dirinya dikenakan biaya hingga Rp700 ribu.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Kencong, Gatot Dwiarso mengatakan, jika dilihat secara fisik nomor register dalam KK yang dimaksud bukanlah beralamat di Kencong. Sebab menurutnya, kode wilayah yang tertera di nomor KK 3509092309052856 itu sudah salah.
“Untuk Kencong sendiri kodenya adalah 2, sedangkan yang tertera di sana [KK milik Suwito] adalah 9 [angka yang tertera pada digit ke 6 dari depan], itu adalah kode milik Kecamatan Bangsalsari," ungkapnya.
Lebih lanjut Gatot menjelaskan, angka 35 didepan adalah kode provinsi sedangkan 2 digit setelahnya (09), adalah kode Kabupaten jember, dan dua angka setelahnya yaitu pada digit ke 5 dan 6 adalah kode kecamatan.
"Setiap kami melayani kami memberikan tanda terima pengurusan. Dan yang terpenting lagi kami tidak melayani calo/biro jasa untuk mengurus KK maupun KTP. Sebab semua pengurusan KK dan KTP Gratis," jelasnya.
Gatot juga menunjukkan sebuah tanda berupa kertas yang terletak di atas pelayanan yang bertuliskan “Pelayanan KK dan KTP gratis, kami tidak melayani calo/biro jasa pembuatan KK dan KTP”. (*)
Ia merasa tertipu saat mengurus dokumen berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP el) milik saudaranya bernama Joko Suwito warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, yang ditengarai palsu.
"Awalnya saya curiga, KTP tidak sama dengan biasanya. Sedangkan KK, saya hanya diberi foto copynya saja. Ternyata benar, setelah saya cek di kantor pelayanan kecamatan, bukan atas nama Joko Suwito [saudaranya])," kata Tahrir.
Tahrir tak mengurus dokumen itu sendiri, melainkan melalui calo yang berinisial RI, warga Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas. Ternyata, setelah dicek ke kantor kecamatan, nomor register KK tersebut bukan atas nama Joko Suwito, melainkan atas nama orang lain, yakni Mistu yang beralamat di Dusun Sumber Klopo, Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari.
Mengetahui hal itu, Ia tak hanya merasa tertipu, namun secara materiil Tahrir dan saudaranya juga dirugikan. Sebab biaya yang dikutip dalam pengurusan itu juga tergolong tinggi, berdasarkan pengakuan Tahrur untuk pembuatan KK dan KTP dirinya dikenakan biaya hingga Rp700 ribu.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Kencong, Gatot Dwiarso mengatakan, jika dilihat secara fisik nomor register dalam KK yang dimaksud bukanlah beralamat di Kencong. Sebab menurutnya, kode wilayah yang tertera di nomor KK 3509092309052856 itu sudah salah.
“Untuk Kencong sendiri kodenya adalah 2, sedangkan yang tertera di sana [KK milik Suwito] adalah 9 [angka yang tertera pada digit ke 6 dari depan], itu adalah kode milik Kecamatan Bangsalsari," ungkapnya.
Lebih lanjut Gatot menjelaskan, angka 35 didepan adalah kode provinsi sedangkan 2 digit setelahnya (09), adalah kode Kabupaten jember, dan dua angka setelahnya yaitu pada digit ke 5 dan 6 adalah kode kecamatan.
"Setiap kami melayani kami memberikan tanda terima pengurusan. Dan yang terpenting lagi kami tidak melayani calo/biro jasa untuk mengurus KK maupun KTP. Sebab semua pengurusan KK dan KTP Gratis," jelasnya.
Gatot juga menunjukkan sebuah tanda berupa kertas yang terletak di atas pelayanan yang bertuliskan “Pelayanan KK dan KTP gratis, kami tidak melayani calo/biro jasa pembuatan KK dan KTP”. (*)
Sumber: pena nusantara.com
Tim Resmob Polres Jember menggerebek judi bola gila di Wilayah Sumberbaru, Jember, Selasa dini hari (12/9).
Penggerebakan itu diawali oleh adanya laporan warga Sumberbaru yang resah perihal adanya tindakan melanggar hukum di sebuah acara tarik tambang dengan cara menggelar arena perjudian berjenis bola setan atau Cap Jiki di wilayah tersebut.
Alhasil Team Buru Sergap Polres Jember yang dipimpin Aiptu Hadi Gunawan Mahesa, SH yang mendapat informasi yang meresahkan warga tersebut langsung mendatangi TKP yang berada di Dusun Pajih, Desa Gelang. Ternyata memang benar jika dikawasan tersebut ada aktifitas perjudian.
Tidak menunggu lama, para penjudi diringkus saat melakukan aktifitas tersebut, dan team Buru Segap Resmob berhasil mengamankan 3 orang atas nama Minangsu (50) selaku bandar asal Desa Pajih, Sumberbaru, dan Surah (42) sebagai wakil bandar berasal dari Kecamatan Batu Marmar, Pamekasan, dan juga satu penombok bernama Rido’i, (34) asal Dusun Karang anom, Desa Gelang, Sumberbaru.
Ketiga pelaku yang tertangkap beserta barang bukti uang sebesar 720.000 Ribu rupiah,1 buah papan Cap Jiki, 1 Lembar beberan dengan gambar dan juga 5 buah bola bekel sebagai pelengkap perjudian tersebut memaksa ketiganya tidak dapat berkutik saat Team Resmob Barat mengelandang para pelaku ke Mapolres Jember pada pukul 01.00 Wib, Selasa,(12/9) dini hari.
Aiptu Hadi Gunawan Mahesa SH selaku Kanit Resmob Jember Barat saat dikonfirmasi membenarkan perihal penangkapan ketiga pelaku meski yang lainnya keburu berlarian tunggang langgang pada saat penangkapan di TKP.
“Saya berharap peran serta masyarakat untuk pro aktif memberikan informasi apapun yang membuat keresahan, seperti perjudian seperti ini,” ujar Rambo sapaan akrab Kanit Resmob Barat itu.
Sumber: http://newsmetropol.com/gerebek-judi-bola-gila-tim-resmob-polres-jember-ringkus-tiga-pelakunya/
WELCOME TO SHARE INDONESIA
FANS PAGE FACEBOOK
Trending Post
Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung Penyebaran Virus Corona Patut Diapresiasi
JEMBER, Share Indonesia.id - Kebijakan pemerintah desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul Jember, dalam mengisolasi warganya yang mudik dari ...
Categories
Recent Posts
Halaman Website
Solidaritas Jember. Diberdayakan oleh Blogger.
