• HOME
  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • WISATA
  • SOSIAL

Welcome To Share Indonesia

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - PENYAMPAI ASPIRASI DAN MENGAWAL BIROKRASI
SHARE INDONESIA
JEMBER, Share Indonesia.id - Dira garden dan resto ambulu menawarkan wahana taman hiburan ala belanda dengan miniatur bangunan khas kincir angin serta tempat selfi untuk pengujung. Dengan konsep serperti ini, anda  bisa membawa keluarga dalam mengisi liburan.

Selain itu, ada taman bunga yang cocok pula untuk sebagai spot berfoto dengan keluarga maupun dengan pasangan, terutama untuk kalangan pemuda pemuda yang lagi kasmaran, sehingga momen - momen indah tidak terlewatkan serta diabadikan di Dira garden dan resto ambulu.

“Taman bunga atau garden yang lengkap dengan restonya, hanya disini tempatnya, dan Insya Alloh ini satu-satunya yang ada di Jember, dan tujuan dibuatnya miniatur negeri kincir anging, agar masyarakat tau bahwa Indonesia besar juga karena belanda yang sudah menjajah Indonesia selama 3 abad,” ujar Arif Nur Cahyo pengelola Dira Garden dan Resto kepada media ini. Minggu(29/12/2019).

Menurut Arif, selain sebagai tempat wisata, tujuan dibuatnya taman mirip negeri kincir angin ini, hal ini untuk mengingatkan sejarah kepada masyarakat karena tidak hanya bangunan yang dibuat seperti rumah ala eropa, tanaman bunganya pun juga diambilkan dari kebun milik PTPN yang ada di Jember.

“Tanaman ini kita ambil dari kebun PTPN yang ada di Jember, dimana PTPN juga merupakan peninggalan dari Belanda, sehingga tidak rugi jika datang ke sini untuk merasakan sensasi eropa, selain itu, kami juga menyediakan kolam renang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, sehingga cocok untuk rekreasi bersama keluarga,” pungkasnya. (Amin).
Dira Garden Dan Resto Ambulu Tawarkan Liburan Ala Belanda
JEMBER, Share Indonesia.id - Banyak cara dilakukan pemerintah daerah dalam penanganan Program Keluarga Harapan (PKH), mulai dari memasang stiker, melakukan penyepetan pada tembok rumah sebagai penerima PKH.

namun di Jember, perlakukan berbeda dilakukan oleh Bupati dr. Faida MMR kepada 331 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang mengundurkan diri dari penerima manfaat.

Bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (24/12/2019), ke 331 KPM PKH mengikuti Wisuda graduasi KPM PKH, atau mereka telah dinyatakan sudah bisa lepas dari program bansos yang selama ini diberikan pemerintah.

Hal ini karena penerima manfaat dinilai telah mandiri secara ekonomi serta tidak lagi memenuhi syarat kondisional sebagai KPM PKH.

“Wisuda bagi ratusan KPM PKH ini, merupakan apresiasi dari Pemkab Jember, dimana mereka dengan kesadaran sendiri menyatakan mengundurkan diri sebagai penerima manfaat PKH, secara ekonomi dan kelayakan, mereka merasa sudah tidak pantas untuk menerima program tersebut, sehingga hari ini kita wisuda,” ujar Bupati Jember dr. Faida MMR.

Ke 331 PKM PKH yang diwisudah ini, merupakan tahap pertama yang dilakukan, dimana pendataan baru dilakukan di 92 desa dari 246 desa dan keluarhan yang ada di Jember, dan tersebar di 27 kecamatan dari 31 kecamatan yang ada di Jember.

“Kedepan, kami berharap, warga yang saat ini masih menerima PKH dan merasa sudah mampu, bisa mengikuti jejak para wisudawan ini dengan menyatakan sendiri secara sadar, dan untuk para alumni PKH, pemkab tetap melakukan pendampingan dan tidak lepas tangan begitu saja, pendampingan dilakukan dengan memberikan pelatihan dan bantuan lunak, sehingga benar-benar bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Bupati Jember.

Dari data yang ada, di Kabupaten Jember saat ini terdapat 107.918 KPM PKH dengan didampingi oleh 307 pendamping sosial, 18 administrator pangkalan data, 5 supervisor dan 4 koordinator kabupaten. Untuk 1 pendamping sosial paling sedikit mendampingi 250 hingga 500 KPM PKH. (Amin).
Bupati Jember Wisuda Graduasikan 331 KPM PKH
JAKARTA, Share Indonesia.id - Masyarakat Jember patut berbangga. Sekian banyak pemimpin daerah di republik ini, Bupati Faida terpilih sebagai bupati yang dinilai visioner dalam membangun wilayahnya. Karena itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengundang Bupati Faida, memaparkan konsep pembangunannya di Auditorium Adhiyana Wisma Antara Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Kedatangan Bupati Faida, diminta khusus menginspirasi pemimpin daerah lainnya di Indonesia, supaya bisa menyiapkan Indonesia Emas di tahun 2045 nanti. Sengaja mengundang Bupati Faida, karena rupanya sejak lama PWI pusat memantau gaya kepemimpinan berintegritasnya.

Seperti yang disampaikan Ketua PWI Pusat, Atal Sembiring Depari, yang menyebut bahwa PWI sengaja mengundang kepala daerah visioner yang inspiratif. "Mereka orang-orang hebat, termasuk Ibu Bupati Jember," katanya.

Memang, selain Bupati Faida yang diundang panel jadi pemateri seminar bertajuk "Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia 2045", Walikota Batu Dewanti Rumpoko juga duduk sejajar dengan Bupati Jember. Selain itu, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim serta Penetiliti LIPI Andriana Elisabeth, berdiskusi di forumnya wartawan nasional dipandu mantan presenter TV One : Tina Talisa.

Bupati Faida, menyampaikan kunci pertama seorang pemimpin yang diperlukan bangsa, ialah leader yang berani mengambil sikap jujur berani melawan korupsi yang disebutnya Tegak Lurus. "Kami pun terus berjuang melakukan reformasi birokrasi di Jember," katanya.

Kata Bupati Faida, pelayanan tanpa pungli menjadi prioritas untuk mewujudkan performa terbaik bagi masyarakat. Supaya tak ada pungli di Jember, akar permasalahnya pun dicabutnya. "Open bidding kami pilih, supaya tidak pernah ada transaksi jual beli jabatan di Jember," tegasnya.

Semisal ditemukan pejabat nakal, tak segan Bupati Faida langsung mencopotnya. Dia pun blak-blakan mengakui, tak jarang melantik pejabat meski harus satu atau dua orang, yang perlu diambil sumpah jabatannya untuk menggantikan pejabat nakal di Jember.

Soal pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jember, Bupati Faida memfokuskan pendidikan gratis pada semua anak di Jember. Termasuk menjamin biaya kuliah (beasiswa) untuk mahasiswa ber-KTP Jember. "Janji kampanye kami 5 ribu beasiswa untuk 5 tahun. Namun belum 4 tahun menjabat, tembus lebih 10 ribu beasiswa untuk mahasiswa di Jember," ungkapnya.

Pun demikian soal anti pungli dan korupsi. Semua guru di Jember, dilarang keras melakukan pungutan atas alasan apa pun. Namun demikian, semua biaya pendidikan yang digratiskan bupati, sudah disiapkan anggaran Pemkab Jember. "Tegas kami larang, tak boleh lagi ada pungutan SPP, tarikan daftar ulang dan uang gedung. Sebab Pemkab Jember sudah menanggungnya," katanya.

Belum lagi bagi siswa anak yatim piatu dan duafa. Berangkat sekolah dari rumahnya yang jauh, Bupati Faida juga menyiapkan voucher transportasi gratis yang bisa dimanfaatkan untuk naik angkot, angkutan perdesaan hingga ojek. "Target kami, tidak ada putus sekolah di Jember," imbuhnya.

Demikian pula dengan persoalan jaminan kesehatan yang dikaver Pemkab Jember. Katanya, tak boleh ada lagi pernyataan "Masyarakat Miskin Dilarang Sakit". Terlebih, Pemkab Jember sudah menyiapkan BPJS Kesehatan untuk masyarakat miskin. Sedangkan warga miskin yang kelewat BPJS Kesehatan, pihaknya masih menyediakan program SPM (Surat Pernyataan Miskin).

Infrastruktur pendukung jaminan kesehatan lain, juga tak kalah jadi prioritas Bupati Faida. Bahkan, semua desa dan lurah yang jumlahnya 248 se-Jember, sudah memiliki ambulans gratis. Semua Puskesmas, Puskesmas Pembantu, sampai pos kesehatan di masing-masing desa juga sudah direbilitasi secara bertahap. "Sebagian besar sudah kami realisasikan," akunya.

Selain menyampaikan hal tersebut, pembangunan prioritas lainnya pun juga ikut disampaikan Bupati Faida. Bahkan, dia pun mengundang PWI Pusat, berkunjung ke Jember untuk ikut menyaksikan langsung ikhtiyar pembangunan yang dilakukannya. (*)

Bupati Faida Terpilih Sebagai Pemimpin Visioner Dari PWI Pusat
JEMBER, Share Indonesia.id - Untuk kedua kalinya pada tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Jember menggelar kegiatan Yatim Bersholawat.
Bupati Jember, dr. Faida, MMR., pun bersama anak-anak yatim melantunkan sholawat bersama di Aula PB. Soedirman Pemkab Jember, Senin, 9 Desember 2019
“Selain bersholawat bersama anak yatim, juga dijelaskan program-program Pemerintah Kabupaten Jember, supaya informasinya bisa lengkap didapatkan oleh anak yatim,” ungkap bupati.
Program-program untuk anak yatim piatu di Jember yakni BPJS Kesehatan yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Jember. “Juga beasiswa sampai ke perguruan tinggi,” imbuhnya.
Anak yatim piatu juga berhak mendapatkan pelayanan dokumen adminduk dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Banyak anak yatim yang belum punya akte kelahiran. Pemerintah pun akan menuntaskan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA).
“Supaya anak-anak lebih lancar mendapatkan akses program,” terang bupati, soal pentingnya dokumen adminduk.
Selain itu,  Dinas Perhubungan mendapat tugas untuk memberikan voucher naik angkutan umum, angkutan desa, dan ojek tradisional untuk berangkat dan pulang sekolah secara gratis.
“Tahun ini diberikan anggaran satu miliar untuk voucher antar – jemput anak-anak yatim-piatu sekolah di Kabupaten Jember,” ungkap bupati.
Bupati mengaku senang bisa melihat anak-anak yatim piatu yang ikut sholawat tampak sehat dan berbahagia.
Bupati pun berpesan, meskipun tidak ada ayah atau ibu, anak-anak harus tetap bersekolah dan mengejar cita-cita.
Agar membuat mereka bersemangat untuk bersekolah, dalam kesempatan itu pemerintah memberikan bantuan peralatan sekolah.
“Seperti seragam baru, tas, alat tulis. Supaya anak-anak  bergembira dan lebih semangat sekolah,” ujar bupati.
Menurut bupati, semua ini dilakukan atas tuntutan agama untuk memuliakan anak yatim-piatu. “Ini bukan sekedar program, tetapi sejatinya menjalankan perintah Allah SWT,” pungkasnya. (Amin).
Bupati Faida Gelar Yatim Bersholawat
JEMBER Share Indonesia.id - Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2020 telah ditetapkan. Pemerintah Kabupaten Jember berkewajiban menyosialisasikan agar bisa berjalan dengan baik.
Sosialisasi dilaksanakan di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin, 09 Desember 2019, dengan mengundang lebih 400 perwakilan perusahaan, organisasi buruh, dan pemerhati ketenagakerjaan.
Pihak BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan juga diundang dalam sosialisasi yang langsung disampaikan oleh Bupati Jember, dr. Faida, MMR.
Selain menyosialisasikan UMK baru, kegiatan itu juga ditujukan untuk menjaga harmonisasi hubungan industrial di Kabupaten Jember.
Dalam paparannya, bupati menjelaskan bahwa UMK ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur no 188/568/KPTS/013/2019 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur tahun 2020.
Untuk UMK Jember tahun 2020 naik dari tahun sebelumnya, sebesar Rp. 187.745,10. Pada tahun 2019, UMK Jember sebesar Rp. 2.170.917 sehingga pada  tahun 2020 menjadi Rp. 2.355.662,91.
“Disepakati bahwa UMK yang di-SK-kan oleh gubernur ini akan menjadi panduan untuk semua perusahaan di Kabupaten Jember,” terang bupati.
Karena sudah disosialisasikan, maka implementasi ke depannya akan dimonitoring secara langsung di lapangan. “Untuk memastikan benar-benar sudah dijalankan, karena ini juga untuk kepentingan perusahaan dan pegawainya,” tutur bupati.
Secara teknis, monitoring tersebut dilakukan dengan meminta laporan perusahaan dan sidak ke lapangan. “Untuk memastikan di bulan Januari 2020 pelaksanaan UMK ini berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Bupati menyatakan pemerintah akan bertindak tegas. Apabila tidak mampu melaksanakannya, namun tidak mengajukan penangguhan pembayaran UMK, pasti disanksi.
Bupati menyebut sanksi itu bahkan sampai pada pencabutan izin usaha.
Tetapi, jika ada alasan yang jelas, bisa dipertanggungjawabkan, dan ada pemahaman baik antara perusahaan dan pekerja tentu akan diproses dengan baik.
Dalam kesempatan itu, bupati juga menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada 19 perusahaan di Jember yang masuk kategori pembayar Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2019 paling awal dan tepat waktu. (Amin).
Bupati Jember Sosialisasikan UMK 2020
JEMBER, Share Indonesia.id - Kelompok Tani (Poktan) maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang dilantik dalam Festival Tani Jember 2019 diharapkan mampu memerhatikan anggota beserta keluarganya.
Harapan ini disampaikan Bupati Jember, dr. Faida, MMR., dalam Festival Tani Jember 2019 yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Jadid Wirolegi, Kecamatan Sumbersari.
Dalam festival Senin, 09 Desember 2019, itu dilantik sejumlah pengurus Poktan hasil verifikasi oleh pemerintah daerah.
Pelantikan itu diharapkan mampu mendorong pengurusnya untuk terus memperhatikan anggotanya.
Perhatian itu diharapkan tidak sebatas ketika mengurusi pupuk maupun bantuan saja. “Tetapi, kawal anak-anak petani dan keluarganya yang perlu bantuan atau beasiswa pendidikan,” terang bupati.
Karena itu, pada kesempatan ini, selain membagikan Kartu Tani, bupati juga memberikan beasiswa untuk anak-anak petani atau buruh tani.
Bupati juga membagikan bibit, bantuan alsintan, serta bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kesulitan-kesulitan atau kebutuhan petani, bupati menjelaskan, bisa disampaikan melalui kelompok. Seperti pemenuhan kebutuhan air.
Dalam kesempatan itu, bupati mengungkapkan bahwa keberadaan kelompok tani yang sangat banyak di Kabupaten Jember ternyata tidak terverifikasi sejak tahun 2015.
“Sejak 2015 belum pernah ada verifikasi tentang kelompok tani,” kata bupati di hadapan petani, Senin, 09 Desember 2019.
Verifikasi yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu menunjukkan adanya kelompok tani yang tidak aktif maupun anggotanya tidak aktif.
“Ada juga kelompok yang tidak memenuhi syarat,” ungkap bupati.
Kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang telah terverifikasi oleh pemerintah itu kemudian dilantik dalam Festival Tani Jember 2019.
Selain mengevaluasi kelompok tani, bupati juga mengevaluasi keberadaan Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa). (Tim*).
Bupati Jember Dorong Perhatikan Keluarga Anggota
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

WELCOME TO SHARE INDONESIA

SELAMAT DATANG DI SITUS REDAKSI SHARE INDONESIA - BERSAMA MENGAWAL BIROKRASI

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

BAKAL CALON BUPATI JEMBER

FANS PAGE FACEBOOK

Trending Post

Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung Penyebaran Virus Corona Patut Diapresiasi

JEMBER, Share Indonesia.id - Kebijakan pemerintah desa Tanggul Kulon Kecamatan Tanggul Jember, dalam mengisolasi warganya yang mudik dari ...

Categories

  • BUDAYA
  • EKONOMI
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • PENGUMUMAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Recent Posts

Website Archive

  • ▼  2020 (28)
    • ▼  April (3)
      • Partisipasi Pemerintah Desa Tanggul Kulon Bendung ...
      • 2 Pemudik Zona Merah Masuk Isolasi JSG
      • DAMPAK CORONA: Ringankan Beban Sesama, Komunitas ...
    • ►  Maret (5)
    • ►  Februari (12)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2019 (411)
    • ►  Desember (33)
    • ►  November (32)
    • ►  Oktober (32)
    • ►  September (33)
    • ►  Agustus (33)
    • ►  Juli (36)
    • ►  Juni (32)
    • ►  Mei (35)
    • ►  April (39)
    • ►  Maret (42)
    • ►  Februari (30)
    • ►  Januari (34)
  • ►  2018 (174)
    • ►  Desember (10)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (126)
    • ►  Februari (22)
  • ►  2017 (528)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (16)
    • ►  Agustus (66)
    • ►  Juli (64)
    • ►  Juni (64)
    • ►  Mei (73)
    • ►  April (53)
    • ►  Maret (72)
    • ►  Februari (64)
    • ►  Januari (55)
  • ►  2016 (1)
    • ►  Maret (1)

VISITOR WEBSITE

Flag Counter

Halaman Website

  • HOME
  • MEDIA CYBER
  • PUBLIK SERVICE
Solidaritas Jember. Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

  • BUDAYA
  • KRIMINALITAS
  • Olahraga
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • SOSIAL
  • UMUM
  • WISATA

Popular Post

  • Ratusan GTT di Jember, Terima SP Serta THR Yang Serahkan langsung oleh Bupati Faida MMR
  • Bupati Faida, Targetkan 9.416 Adminduk "Rampung" Melalui Pendopo Express
  • Gus Firjaun Apresiasi Upaya Bupati Faida Soal Konsep Islam dan Pancasila KH. Ahmad Siddiq

SHARE INDONESIA MAP

VISITORS

Flag Counter

Copyright © 2019 SHARE INDONESIA. Creative By Troops Dhemits Jember TROOPS DHEMITS JEMBER